Lepaskan Penadah Mobil Curian, Poldasu Didesak Periksa Kapolsek Medan Helvetia

muslim-muisM24.CO – MEDAN – Pasca dilepaskannya empat penadah mobil curian milik J. Parlindungan Situmorang (45) warga Jalan Sempurna Lingkungan VI No. 16-A, Kel. Cinta Damai, Kec. Medan Helvetia, beberapa waktu lalu, yang melibatkan tiga warga sipil dan seorang oknum TNI, Muslim Muis, SH, MH, angkat bicara.

Melalui selularnya, ketika dikonfirmasi, Senin (17/10/2016) sore, ketua Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan ( Pushpa) Sumut ini menegaskan, bahwa petugas kepolisian melakukan kesengajaan dalam membebaskan para pelaku penadah mobil curian yang dilaporkan korban ke Polsek Medan Helvetia.

“Dalam hal ini, fakta persidangan menunjukkan adanya unsur kesengajaan pihak kepolisian dalam membebaskan pelaku-pelaku lain dalam kasus penggelapan dan penadah mobil curian lainnya, yang mana para pelaku yang dibebaskan itu dikenakan pasal 55 56 turut serta bersama-sama dan sebagainya. Sehingga dalam persidangan, terungkaplah fakta-fakta hukum dimana ada pelaku lain yang turut serta dalam kasus tersebut,” jelasnya.

Dalam hal ini, ia meminta agar perintah hakim dijalankan oleh jaksa. “Makanya kita minta, perintah hakim itu suatu keharusan yang harus dipenuhi oleh jaksa. Jaksa harus meminta kepada polisi untuk menangkap kembali pelaku-pelaku lain yang telah dilepaskan itu,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi berkas terpisah yang dijelaskan oleh jaksa kepada wartawan, ia menekankan kepada Polsek Medan Helvetia yang dengan sengaja melepaskan keempat pelaku penadah mobil curian tersebut. “Kalau begitu, hakim diminta untuk segera menahan pelaku-pelaku itu. Karena fakta-fakta persidangan tidak terlepas dari pada fakta-fakta hukum terjadinya tindak pidana. Kalau pun berkasnya terpisah, kenapa tidak dilimpah polsek ke kejaksaan dan kenapa tidak ditahan?,” kesalnya.

Ia berharap dalam hal ini, Irjen Pol Dr Rycko Amelza Dahniel, yang menjabat sebagai Kapoldasu yang baru, menjadikan kasus tangkap lepas ini sebagai perhatian khusus yang dilakukan oleh bawahannya.

“Makanya kita minta terhadap perkara ini, tangkap lepas pelaku penadah mobil curian, menjadi perhatian Kapoldasu yang baru untuk memanggil Kapolsek Medan Helvetia untuk diminta pertanggung jawabannya, kenapa itu dilepas. Kalau terbukti melakukan kesalahan dan pelanggaran, kita minta propam untuk memeriksa Kapolsek tersebut,” tegasnya.

Seperti diketahui AJ sebagai tersangka penggelapan mobil Toyota Kijang Innova E BK 1867 OW warna abu-abu milik korban, telah diamankan dan menjalani persidangan beberapa waktu lalu. Sementara itu, pelaku lainnya K, B, SH dan oknum TNI, Praka D, dibebaskan oleh Polsek Medan Helvetia, dibawah pimpinan Kompol Hendra Eko Triyulianto.(Robert)

Loading...
author