Pak Kapolda…Kasus Penyiksaan Anak Angkat Jalan di Tempat

kapoldaM24.CO|SIMALUNGUN

Didampingi Kepala Sekolah SDN 091520 Hataran Jawa, Kec Tanah Jawa, Jasper Simanjuntak SPd dan Guru Olahraga, Sahrul Panjaitan, Bunga, korban penyiksaan orangtua angkat, mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pematangsiantar, Selasa (11/10).

Pasalnya, hingga berita ini diturunkan, para pelaku penganiayaan masih bebas berkeliaran. Termasuk Pardede, warga Kel Pematang Marihat, Kec Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar yang memperkosa Bunga di kandang babi 2013 lalu.

“Si Pardede yang pernah memperkosanya itu belum juga ditangkap polisi. Masih bebas berkeliaran dia di rumahnya,” ucap Sahrul.

Sahrul juga mengatakan, pascamelaporkan Sorta boru Simanjuntak ke Polres Siantar, mereka mendapat intimidasi dari suami pelaku yang merupakan oknum polisi bermarga Siahaan.

“Waktu itu istri saya yang diancamnya pak. Katanya bahwa si Bunga ini tidak bisa kami asuh. Kalau kami yang asuh katanya, ‘sesuatu akan terjadi’. Tapi nggak dibilangnya apa yang terjadi itu. Kami nggak takut, pak, kita akan maju terus,” tegas Sahrul.

Bunga anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Sairin dan almarhum Rini, warga Pekanbaru, Provinsi Riau ini ternyata diambil Sorta pascapemerkosaan yang dilakukan Pardede terbongkar. Bahkan Sorta pula yang memolisikan Pardede.

“Waktu itu si Bunga naik kelas 4 SD lah, tapi malah si Sorta itu yang berulangkali menyiksa anak ini sampai terganggu pendengarannya. Pernah katanya dipukul kupingnya pakai gagang sapu yang ada pakunya, jadi kepala dekat kupingnya itu bocor,” beber Sahrul geram.

Bunga yang mengenakan seragam sekolah mengamini hal itu. Apalagi ketika Bunga curhat kepada gurunya boru Sibarani. “Aku dipukuli pak, dicubiti sampai sakit pahaku semuanya. Pernah juga aku disiksa di dalam kamar mandi, dicambuki pake selang terus dipukul pake gayung sama kayu sapu. Aku udah teriak-teriak, ampun buk, ampun, sakit buk, ampun gak kuulangi lagi buk, tapi aku malah dipukuli terus, disiksa terus,” kenang Bunga tertunduk.

Karena itu, Sahrul menyebut, pihak sekolah berjanji dan bertekad membiayai dan mengurus Bunga sampai selesai sekolah dan mewujudkan cita-citanya menjadi Polwan. “Kami sudah koordinasi dengan kepala sekolah. Sekali mandi harus basahlah, kami gak mau tanggung-tanggung. Kalau tidak kita siapa lagi, orangtuanya kita tidak tahu di mana. Kami akan biayai anak sebatang kara ini,” pungkasnya.

Tri Utomo, anggota Lembaga Pemerhati Anak Siantar Simalungun yang turut mendampingi Bunga akan mempertanyakan keseriusan Polres Pematangsiantar untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Saat ini ada dua kasus berbeda yang perlu kita mintai kepada polisi tindak lanjutnya. Yang pertama kasus pemerkosaannya kenapa pelaku belum ditangkap dan yang kedua kasus penganiayaan oleh istri polisi. Kita akan menuntut polisi jika tidak meyelesaikannya dalam waktu dekat,” tegas Tri. (metro24/antonius/adi)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.