Penyidik Temukan Kerugian Pada Kasus Videotron

Penyidik Temukan Kerugian Pada Kasus Videotron

Penyidik Temukan Kerugian Pada Kasus Videotron

M24.CO|MEDAN
Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Medan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara menemukan adanya kerugian negara pada kasus pengadaan Videotron di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan.

”Kita sudah temukan kerugian negara tapi hasilnya masih belum bisa disebutkan,” ucap Kepala Seksi Pidana Khusus(Kasi Pidsus) Kejari Medan, Haris Hasbullah.

Dirinya mengatakan pihak Kejari sudah lakukan koordinasi jumat lalu dengan pihak BPKP soal kerugian negara yang sudah dihitung dan menemukan kerugian negara dalam kasus ini. ”Intinya sudah ada kerugian negara yang sudah dihitung tapi masih dilakukan perhitungan lagi,” paparnya.

Dalam kasus ini, pihak Kejari sudah memanggil mantan orang nomor satu di Disperindag Kota Medan untuk mendalami keterlibatannya. Dan saat ini pihak Kejari Medan lagi mengumpulkan barang bukti. ”Kejari lagi kumpulkan bukti dan mencari fakta yang dilanggar dalam kasus ini, dari keterangan Syarizal Arief yang sudah dipanggil dua kali untuk dimintai keterangan. Terakhir kali dipanggil dua minggu yang lalu,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya akan terus memanggil Syahrizal Arif untuk mendalami kasus tersebut dan keterlibatannya. ”Kejari akan panggil lagi Syahrizal Arief jika di perlukan keterangan dia nantinya. Karena dia tahanan jadi mudah untuk diminta keterangan,” paparnya.

Penyidik Kejari Medan tengah melakukan penyidikan pada kasus dugaan korupsi pengadaan saran informasi massal (Videotron) di Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan, Tahun Anggaran (TA) 2013 senilai Rp3,1 miliar. Proyek itu dinilai mubazir lantaran alat untuk memberikan informasi harga kebutuhan pokok itu tidak berfungsi sebagai mana mestinya. (red)

Loading...