Perdagangkan Kulit Trenggiling dan Harimau, Tiga Pria Ini Diamankan Polisi

277

M24.CO | MEDAN – Petugas kepolisian dari Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu menangkap tiga orang pelaku perdagangan bagian tubuh hewan dilindungi berupa satu lembar kulit harimau dan tiga kilo kulit trenggiling beserta barang bukti.

Informasi yang dihimpun di Mapoldasu, ketiga pelaku yang diamankan yakni EM (37) warga Jalan Puskesmas, Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, S alias A (61) warga Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun dan B alias A (35) warga Jalan Berlian Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor.

“Tersangka EM berperan sebagai penjual, sementara S alias A dan B alias A berperan sebagai pembeli,” ujar Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Toga H Panjaitan melalui Wadirkrimsus, AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit IV/Tipidter, AKBP Robin Simatupang pada wartawan, Sabtu (15/10).

Ditambahkannya, terungkapnya kasus ini bermula adanya informasi dari masyarakat soal adanya transaksi penjualan kulit harimau. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pembelian terselubung (undercover buy) di tempat yang sudah disepakati sebelumnya di Hotel Madani Jalan Sisingamangaraja.

Dari pengakuan EM, kulit harimau dan kulit trenggiling itu mereka dapat dari seorang pemburu berinisial U warga Kecamatan Tumon, Kabupaten Aceh Jaya. Untuk satu lembar kulit harimau utuh dibelinya dengan harga Rp 3 juta rupiah, sedangkan untuk 3 Kg kulit trenggling dibeli dengan harga Rp 3 juta rupiah.

Sementara, Kasubdit IV/Tipidter, AKBP Robin Simatupang mengatakan, untuk kulit harimau di pasar gelap Internasional dibanderol dengan harga sekitar Rp 70 juta. Sedangkan untuk sisik trenggiling dibanderol dengan harga Rp 10 juta per kilogramnya. Selain mengamankan itu, petugas juga mengamankan 20 Kg tempurung kura-kura, satu karung kukit ular piton dan alat vital rusa.

Atas perbuatannya, para tersangka pun dijerat penyidik kepolisian dengan Pasal 21 Ayat 2 huruf D Jo Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1e KUHPidana. (tun)

 

Loading...