2 Tahun Lalu Pernah Kejadian, 3 Hari Baru Dapat

2fcce1f0-d3a3-48a3-a896-6940a84ab353

M24.CO|TOBASA

Danau toba makan tumbal. Enjelika Manurung (14), warga Desa Sihiong Kec Bonatua Lunasi, Tobasa terseret arus danau toba saat bermain-main bersama teman-temannya di pantai pasir putih, Desa Parparean I Kec Porsea, Tobasa, Kamis (30/11/2016).

Informasi dihimpun, sepulang sekolah, korban bersama 5 teman sekolahnya datang ke lokasi untuk merayakan ulang tahun temannya, Rista Mora Sitorus (13) warga Desa Silamosik Kec Bonatua Lunasi.

Setiba di lokasi, korban bersama dua rekannya yakni Putri Tobing (12) dan Rama Naiborhu (14) bermain di pantai sambil berenang, sedangkan 3 temannya yang lain memilih duduk-duduk di warung, tak jauh dari bibir pantai.

Ketiganya sempat berjalan-jalan di air dengan kedalaman sekira 50 Cm, atau sekira 50 meter dari bibir pantai.

Namun ketiganya tiba-tiba tertarik arus air hingga ke dalam danau. Saat itu, kedua teman korban menjerit-jerit minta tolong.

Beruntung, jeritan mereka didengar oleh seorang ibu yang sedang bekerja melakukan penimbunan, tak jauh dari lokasi itu.

Mendengar jeritan itu, ibu-ibu tersebut kemudian memanggil Hisar Napitupulu, pemilik warung yang tak jauh dari lokasi.

Hisar kemudian berlari ke danau sambil membawa bambu sekira 10 meter, Hisar kemudian mengulurkan kayu itu kepada kedua teman korban dan menariknya ke pinggir pantai, namun korban tidak terlihat lagi.

“Saat itu ada pekerja saya yang mendengar jeritan minta tolong. Lalu pekerja saya itu memanggil saya, saya langsung lari ke danau bawa bambu, lalu bambu itu saya ulurkan sama mereka yang kemudian saya tarik ke pinggir pantai. Tapi saat itu korban nggak ada lagi, awalnya saya pikir cuma mereka berdua,” ujar Hisar.

“Mana kawan kami satu lagi, tadi kami tiga orang,” ujar Hiras mengulang jeritan kedua teman korban saat itu. Selanjutnya Hiras bersama warga lain coba menyisir bibir pantai, namun tidak berhasil menemukan korban.

Pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tobasa yang mendapat informasi langsung menurunkan tim penyelam dan 1 unit sped boad untuk mencari korban. Lokasi yang sepi dan jauh dari pemukiman ini langsung dikerumuni warga sekitar. Pantauan wartawan, di lokasi wisata ini hanya ada satu warung, sedangkan pemukiman warga berjarak sekira 1 Km dari lokasi pantai.

Enjelika, korban yang hilang di pantai pasir putih selama ini tinggal bersama kakeknya di desa Sihiong, Kec Bonatua Lunasi. Orang tua korban diketahui sudah lama bercerai, ibunya tinggal di Jakarta sedangkan ayahnya disebut tinggal di Medan dan sudah menikah lagi.

Enjelika yang merupakan siswi kelas 8 C SMP Negeri 2 Lumban Julu ini ternyata memiliki saudari kembar bernama Enjelita, yang juga tinggal di tempat neneknya. Korban adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara. Keterangan ini disampaikan oleh Saur Br Manurung, nenek korban.

Saur yang datang ke lokasi bersama kembaran korban, Enjelita terlihat menjerit histeris memanggil-manggil nama korban sambil memegangi baju korban.

“Mulak maho anggi, pake ma bajumon, nga paleleng hu ho di aeki, ngalian ho annon anggi. Mulak maho inang, nga ro au dohot anggim (Pulang lah kau nak, pakailah baju mu ini, sudah terlalu lama kau di dalam air, kedingingan kau nanti. Pulang lah inang, sudah datang aku sama adik mu ini),” jerit Saur di pinggir pantai. Kembaran korban, Enjelita bahkan sampai pingsan dan harus dibopong oleh warga ke warung di dekat lokasi pantai.

Bupati Tobasa, Darwin Siagian yang turun ke lokasi mengaku turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Ke depan, Darwin berjanji akan secepatnya membuat rambu batas di pantai, agar para pengunjung dapat mengetahui batas-batas kedalaman air di pantai tersebut.

“Kita turut prihatin. Ke depan kita akan buat batas rambu di pantai, agar pengunjung mengetahui batas-batas kedalaman air,” sebutnya yang turun ke lokasi.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Lumban Julu, Hendrik Simanjuntak yang juga turun ke lokasi juga mengaku prihatin.
“Kita nggak tau para siswa ini kemana sepulang sekolah. Kita tadi baru dapat kabar, ternyata mereka ke sini mau merayakan ulang tahun,” sebutnya.

Dari penjelasan Hisar Napitupulu, di lokasi yang sama juga sudah pernah ada korban. Kejadian itu tepatnya sekira 2 tahun lalu, dan ditemukan setelah 3 hari kemudian.

“Dua tahun lalu pernah juga kejadian di sini. Waktu itu 3 hari baru dapat,” sebutnya. Hingga pukul 17.45 WIB, petugas BPBD terlihat meninggalkan lokasi dan akan melanjutkan pencarian esok hari. (alex)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.