Berebut Kebun Gohor Lama, Petani Bentrok

ptpnM24.CO|LANGKAT

Kebun Gohor Lama membara. Kelompok Tani dan pihak PT LNK, saling mengklaim lahan seluas 554 hektar tersebut milik mereka.

Bentrok nyaris pecah saat pihak perusaahaan karet tersebut akan melakukan okupasi dibantu polisi, kemarin (21/11/2016).

Entah siapa yang benar. Namun, Badan Pertahanan Nasional (BPN) Langkat sudah memediasi berulang kali.

Dikabar perwakilan petani tergabung dalam Serikat Petani Iindonesia (SPI)  belum bersedia.

“Sebelum okupasi, mediasi sudah berulang-ulang dilakukan dan terakhir pada tanggal 16 November 2016, kedua belah pihak diundang ke Polres Langkat dengan agenda mempelihatkan sertifikatnya,”kata Kepala BPN Langkat melalui Kasi Pengukuran dan Pemetaan Denny Lubis.

Katanya, pihak SPI tidak mau menunjukkan bukti alas hak pengklaiman lahan seluas 554 Ha tersebut  yang masih merupakan milik HGU PT LNK No 3,4,5 dan no 16 yang masa berlaku­nya hingga 2044.

Pada saat akan melakukan okupasi, BPN Langkat membawa bukti alas hak yang dimiliki PT LNK di Mapolres Langkat guna melakukan mediasi.

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu melalui Asisten 1 Pemerintahan Abdul Karim Nasution, mengaku hadir dalam pertemuan di Mapolres Langkat.

“Sebenarnya mediasi dan rapat sudah berulang kali dilakukan dan terakhir tanggal 16 November 2016. Ketika itu pihak LNK memperlihatkan sertifikat namun pihak SPI Langkat tidak hadir padahal sudah diundang dalam agenda menunjukkan surat-surat masing,”kataya.

Bahkan Karim menambahkan pihak Muspika Kecamatan sudah juga berulang kali turun kelokasi tersebut untuk melakukan sosialisasi, namun tetap mengklaim itu lahan mereka dan juga pihaknya juga ikut kelokasi saat melakukan pengukuran ulang dan hasilnya lahan tersebut masih masuk dalam kawasan HGU.

Ketika itu, sambung Karim, pihak dari SPI Langkat mengatakan bahwa surat yang diperlihatkan pihak LNK cacat hukum, namun jika cacat hukum pihak penggarap dipersilahkan menempuh melalui jalur hukum. Jadi pada intinya Legal Formal lahan tersebut masuk kawasan HGU.

Sebelumnya Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin, mengakui bahwa pihaknya saat okupasi pembersihan lahan milik PT. LNK Kebun Gohor Lama berlaku netral dan tidak berpihak kepada siapapun dan hanya mengamankan saja.

“Pada intinya kami sipatnya netral, tidak memihak manapun dan hanya mengamankan serta menghindari jangan terjadi bentrok. Sebenarnya disini ada permintaan dari pemilik lahan dan selama ini lahan tersebut ada HGU,” ujar Mulya. (bambang)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.