Disambar Petir, 2 Buruh Tani Tewas 1 Kritis

hl1bimasalah-satu-korban-tewas1M24.CO|INDRAPURA
Hujan deras disertai petir yang menyambar memaksa lima buruh tani mencari tempat berteduh. Namun, saat berada di pondok perladangan, Juminam (58) dan Asiah (47) malah meregang nyawa. Sementara seorang lainnya kritis.

Peristiwa ini terjadi di persawahan milik Ucok di dusun V Desa Tanah Rendah, Kec. Airputih, Kab. Batubara, Senin (28/11) sore. Adalah lima buruh tani, Juminam (58), Asiah (47), Paidi (60), Roima (48) dan Asih (43) seluruhnya warga Dusun V, Desa Tanah Rendah, Kec. Airputih, tengah menanam padi di areal persawahan.

Sekitar pukul 15:30 WIB, langit mulai berwarna gelap. Tak lama hujan turun disertai petir yang menyambar. Namun, kelimanya masih melanjutkan pekerjaannya menanam padi. Mereka baru menghentikan pekerjaan setelah hujan turun dengan lebat. Kilatan petir pun kian tak bersahabat.

Mereka pun berlari menuju salah satu pondok yang terdekat. Baru saja tiba di atas pondok, petir menyambar dengan cepat dan keras. Dhuarrr!!! Kelimanya langsung terjerembab di lokasi. Melihat itu, warga sekitar langsung melarikan para korban ke klinik terdekat untuk mendapat pertolongan.

Namun oleh petugas klinik tak dapat menolong Juminam dan Asiah. Nyawa keduanya sudah putus saat tiba di klinik tersebut. Sementara seorang buruh tani lainnya, Paidi kondisinya kritis.

“Paidi yang mengalami luka cukup serius dan terlihat kritis, seketika itu juga dilarikan ke klinik terdekat,” ujar Kepala Desa Wahyudi (48) dan Kades Tanjung Muda, Marhap Sitorus yang ditemui di rumah duka.

Petugas dari Polsek Indrapura yang mendapat informasi langsung turun dan melakukan olah TKP. Kepada M24 grup, Kapolsek Indrapura, AKP. Kusnadi Sinuraya membenarkan peristiwa tewasnya dua buruh tani akibat disambar petir.

“Dari keterangan sejumlah tetangganya, kedua korban memang bekerja sebagai buruh tani. Sebelum tersambar petir, sore tadi mereka bekerja mengambil upahan menanam padi di sawah orang hingga kelimanya mengalami bencana tersebut. Dua tewas dan satu orang masih kritis,” terangnya. (bima)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.