Enjelika, Korban Hanyut di Danau Toba Nyaris tak Rasakan Kasih Sayang Orangtua

Sian na metmet ho hu pagodang-podang. Mulak ma ho Enjelika

hanyutM24.CO|TOBASA

Enjelika Manurung, siswi malang berusia 14 tahun. Ia dinyatakan hilang di pantai pasir putih, danau toba, Desa Parparean I Kec Porsea, Tobasa, Rabu (30/11/2016) siang.

Hingga hari ini, Kamis (1/12/2016) ia belum juga ditemukan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa dan Basarnas (Badan Sar Nasional) masih terus melakukan pencarian.

Kisah miris yang terekam wartawan media ini menyebut, jika ternyata Enjelika Manurung nyaris tak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya.

Saat usianya 3 bulan, dia dan kembarannya, Enjelita dibawa oleh opungnya dari Jakarta ke kampung, desa Sihiong, Kec Bonatua Lunasi, Tobasa. Sejak itulah, ia dirawat dan dibesarkan oleh opungnya. Sementara ayahnya sendiri disebut
sudah menikah dan tinggal di Medan.

“Sejak dia usia 3 bulan, dia dan adiknya sudah dibawa opungnya dari Jakarta ke kampung. Sejak itu ia dirawat dan dibesarkan oleh opungnya sampai sekarang,” sebut Sianturi, amang boru (paman) korban yang ditemui aqak media ini di lokasi kejadian, Kamis (1/12/2016) pagi.

Sementara, opung korban Boru Sinurat, ibu dari ayah korban terlihat terus menangis dan memanggil-manggil nama cucu yang ia besarkan sejak usia 3 bulan itu.

“Amang Enjelika, mulak ma ho inang. Nga ro be bapam, dang pola be ikkon teleponon mu bapak ale Enjelika, mulak ma ho inang. (Ya Enjelika, pulang lah kau inang. Ayah mu sudah datang, tidak perlu lagi kau telpon ayah mu. Ayah mu sudah di sini sekarang. Pulang lah inang),” jerit Boru Siburat sambil memeluk anaknya (ayah Enjelika).

Beberapa keluarga tampak terus menenangkan Boru Sinurat dari tangisnya, sambil terus berdoa.

“Sian na metmet ho hu pagodang-podang. Mulak ma ho Enjelika. Nga sabas be ho na marlange i, nga sadari saborngin ho di tao i. Ngalion ho annon inang, mulak ma ho Enjelika. Molo hu boto marlange, nga hu langei tao i mangalului ho.

(Dari kecil kau ku besarkan. Pulanglah Enjelika, sudah puas kau yang berenang itu, sudah satu hari satu malam kau di danau itu. Pulanglah inang, kedinginan kau nanti. Kalau saja aku bisa berenang, sudah ku cari kau ke danau itu),” ujar Boru Sinurat terus menangis.(alex)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.