Mahasiswa Desak Aparat Usut Pencairan Proyek di Kantor BPKAD Batubara

unrasM24.CO|BATU BARA
Menilai budaya korupsi yang sudah merasuki sendi kehidupan dalam tatanan pemerintah di Kabupaten Batubara, Pengurus Besar Kesatuan Mahasiswa Batubara (PB KEMBAR) Sumatera Utara, meminta pihak penegak hukum (Polres/red) melakukan penyelidikan dugaan pungli pencairan dana proyek sebesar satu persen (1%) yang disinyalir dilakukan oknum Bendahara Umum Daerah (BUD) Batu Bara itu.

Permintaan itu diungkapkan PB Kembar dalam orasinya, Kamis (17/11/2016), di depan Mapolres Batubara, yang dikondinatori Ramli Sinaga, Fadli Mahsan dan Irham.

Menurut mereka, dugaan praktek pungli yang terjadi merupakan penyalahgunaan wewenang dan melanggar hukum sesuai Perpres No 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli.

Praktek tersebut diduga sudah sejak lama dilakukan oknum pejabat untuk mencari keuntungan pribadi sehingga berimbas pada buruknya kualitas fisik proyek. Hal itu juga dimungkinkan akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak legislatif sehingga menyebabkan para oknum pemangku kebijakan di pemerintah leluasa memainkan perannya.

Oleh sebab itu Kembar meminta pihak penegak hukum Polres maupun Kejari Batubara melakukan penyelidikan dugaan pungli di BPKAD yang sudah meresahkan masyarakat. Selain itu, meminta DPRD melakukan fungsi pengawasan anggaran secara efektif dan efisien sehingga dapat menutup rapat potensi praktek pungli yang tidak dibenarkan secara hukum.

Menerima PB Kembar Sumut, Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi Sik, yang diwakili Kasat Binmas AKP Arjo menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Namun menurut Arjo sebaiknya hal itu dibuat laporan sehingga dapat dijadikan dasar penyelidikan.

“Ya sebaiknya adik – adik langsung aja buat laporan dibagian SPKT, agar pertanggungjawaban dan penyelidikan dapat berjalan dengan lancar nantinya”, Terang Kasat mengakhiri. (hari)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.