Nurhayati Terbebas dari Kasus Korupsi Pasar Situmba

457

M24.CO|P.SIDIMPUAN

Status tersangka yang ditujukan kepada Ketua Koperasi Wanita Saroha, Nurhayati Hasibuan yang dilakukan Polres Tapsel serta Ditreskrimsus Poldasu dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Pasar Situmba di Dusun Baringin, Desa Situmba, Kecamatan Sipirok batal demi hukum.

Hal tersebut terkuak saat sidang pra peradilan (prapid) dengan agenda pembacaan putusan yang digelar di Ruang Sidang Sari Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Selasa (4/10) sore. Dalam sidang yang dihadiri kuasa hukum Nurhayati selaku pemohon, Marwan Rangkuti dan kuasa hukum Polres Tapsel serta Ditreskrimsus Poldasu selaku termohon, Aiptu SB Siregar dan Aiptu Said R Harahap tersebut, hakim tunggal, Fadel Pardamean menyatakan kalau penetapan tersangka kepada Nurhayati Hasibuan tidak sah secara hukum. Hal tersebut diungkapkannya setelah memeriksa saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut.

“Setelah menimbang, saya hakim tunggal Fadel Pardamean memutuskan, penetapan tersangka terhadap Nurhayati Hasibuat tidak sah secara hukum,” ungkapnya sembari menutup persidangan.

Mendengar ucapan tersebut, kuasa hukum Nurhayati Hasibuan, Marwan Rangkuti mengaku sangat puas. Pasalnya, perjuangan kliennya tersebut akhirnya terkabulkan.

“Saya puas dengan hasilnya,” ucapnya singkat.

Sekedar mengingatkan, merasa jadi korban kriminalisasi dalam kasus dugaan korupsi proyek Pasar Situmba yang masuk dalam pelaksanaan program revitalisasi pasar tradisional menggunakan anggaran tahun 2014 berasal dari APBN dari Kementrian Koperasi RI senilai Rp900 juta oleh Polres Tapsel. Ketua Koperasi Wanita Saroha, Nurhayati Hasibuan ajukan praperadilan terhadap Kapolres Tapsel, AKBP Rony Samtana dan Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan.(sabar)

Loading...