Polisi Bilang Ada Sesuatu Dibalik Pembunuhan Kuna


MEDAN|Pasca Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan menetapkan status Raja sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu ditetapkan sesuai hasil pemeriksaan terhadap sejumlah pelaku dan barang bukti lainnya. Sesuai hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah tertangkap, semuanya mengarah kepada keterlibatan RJ.

Untuk motif sendiri pihaknya masih melakukan pendalaman. Sedangkan mengenai motif pembunuhannya masih didalami oleh penyidik Polrestabes Medan yang telah memeriksa Raja dan melanggar Pasal 338 Junto 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana.

Kedelapan pelaku yang berhasil diamankan adalah Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru No. 63 Medan, Jo Hendal alias Zen (41) warga Jalan Sukaraja, Kabupaten Batubara, Putra (31), Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang No. 6 Kecamatan Medan Petisah dan John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan. Kemudian dua pelaku pembatu lainnya adalah Wahydudi alias Culun (32) warga Jalan Karya, Kecamatan Medan Johor dan M. Muslim (31) warga Jalan Sampali, Kecamatan Medan Area dan SJ alias Siwaji Raja, Warga Medan ditangkap di Jambi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho sebelumnya menyatakan akan mengungkap kasus lain dibalik penembakan pengusaha airsoftgun Indra Gunawan alias Kuna. Namun, sampai saat ini, Sandi masih merahasiakannya. “Sabar dulu lah ya. Pastinya, ada kasus lain dibalik peristiwa penembakan ini. Namun, kami masih mendalami bukti-buktinya,” ungkap Sandi di RS Bhayangkara Tingkat II Medan

Ada informasi, kasus lain yang akan diungkap Sandi disebut-sebut menyangkut dugaan penggelapan uang umat di organisasi keagamaan yang pernah diributi mendiang Kuna. Disinggung mengenai hal itu, Sandi tersenyum.

“Wah, kamu kok tau. Tapi tunggu dulu lah. Itukan sudah masuk dalam pokok perkara penyelidikan. Saya belum bisa jelaskan lebih rinci,” terang Sandi.

Adanya dugaan kasus baru yang disinyalir berkait paut dengan indikasi penggelapan dana umat Hindu itu pernah diributi mendiang Kuna.

Menurut keterangan keluarga Kuna pascapenembakan waktu itu, dugaan penggelapan dana umat itu disinyalir melibatkan otak pelaku penembakan Siwaji Raja alias Raja Kalimas.

Dalam kasus ini, Raja Kalimas sempat membuat laporan di Polda Sumut dengan terlapor Kuna. Mendiang Kuna dianggap melecehkan Raja di akun Facebook bernama Gada Sutam yang dikelola oleh Kuna.

Mantan Kasat Reskrim Polresta Medan ini mengatakan, hingga saat ini Raja tetap memilih bungkam. Selama pemeriksaan, pengusaha tambang ini tak mau buka mulut. “Kami sudah memiliki alat bukti. Silahkan saja yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya,” kata Sandi.

Loading...
author