Sidang Kasus Pembunuhan Dosen UMSU Nyaris Ricuh

M24.CO|MEDAN
Sidang kasus pembunuhan dosen UMSU, Nur Ainun dengan terdakwa Roymardo Sah di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/10) siang yang dipimpin ketua majelis hakim Sontak Merauke Sinaga nyaris berakhir ricuh. Awalnya penasihat hukum terdakwa yang membacakan eksepsi di hadapan JPU, Martias berjalan aman dan tidak ada riak-riak dari keluarga korban.

Namun usai persidangan, tiba-tiba saja Namira, anak bungsu korban menerobos pengawasan polisi yang mengawal Roymardo dan nyaris memukul terdakwa, Namira juga menjerit dan memaki terdakwa.

“Gara-gara kau mati mamak ku, tuntut mati dia,” teriak Namira di dalam ruang sidang. Keluarga korban yang mengikuti sidang langsung berupaya menenangkan Namira, namun Namira terus saja meneriaki terdakwa seakan belum menerima kematian ibunya. Namira bahkan akhirnya pingsan yang kemudian digotong pihak keluarga ke ruang sidang yang kosong untuk menenangkannya.

Amuk keluarga belum usai, saat Roymardo Sah digiring keluar dari ruang sidang, giliran adik kandung korban Nurhaini yang meneriaki terdakwa. “Ngak manusia lagi kau, kau bunuh dosen mu sendiri kayak binatang. Sampai urat-uratnya putus,” teriak Nurhaini sambil menangis yang kemudian berupaya ditenangkan keluarga korban.

Nurhaini kembali mengingat saat ia memandikan jasad kakaknya itu.
“Aku sendiri yang memandikan kakak ku itu, urat-uratnya sampai putus. Darahnya keluar dari leher kayak binatang yang dipotong,” teriaknya histeris yang terus menangis.

Sementara Zuhrawardi, keponakan almarhum yang ditanyai kru koran ini berharap agar terdakwa dihukum mati. “Kita berharap terdakwa dihukum mati,” ujarnya singkat.
Sementara persidangan akan kembali dilanjutkan tanggal 12 Oktober mendatang, dengan agenda menjawab eksepsi terdakwa. (van)

Loading...
author