Sidang Lanjutan Sahat Gurning, Terkuak! Saksi Diancam Akan Masuk Sel Jika tak Tandatangani BAP

M24.CO|BALIGE

Terkuak! Sidang lanjutan dugaan pelecehan burung garuda sebagai lambang negara, dengan terdakwa Sahat S Gurning terus berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Balige, Rabu (17/11/2016).

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Derman Nababan, JPU (Jaksa Penuntut Umum), Zulhelmi Sinaga menghadirkan Resman Frengki Manurung sebagai saksi, yang melihat dan mengetahui penangkapan terdakwa.

Dalam persidangan tersebut, JPU menanyakan soal keterangan saksi di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Namun saksi mengaku jika beberapa jawaban saksi di BAP tersebut tidak berasal dari dirinya. Saksi juga mengaku jika dirinya diancam oleh penyidik akan dimasukkan ke dalam sel tahanan jika tidak menandatangani BAP saat dirinya diperiksa di Polres Tobasa, tanggal 12 April lalu.

“Saya diancam akan dimasukkan ke dalam sel jika tidak mau menandatangani BAP itu, Pak. Makanya saya tandatangani,” jawab saksi kepada JPU.

Salah satu pertanyaan dan jawaban yang menurut saksi diarahkan oleh penyidik adalah seperti berikut ini:
Tanya (penyidik): Saat sekarang ini saudara diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi sehubungan dengan tindak pidana mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara dengan maksud menodai, menghina atau merendahkan lambang negara, apakah saudara melihat sendiri kejadian tindak pidana tersebut? Jelaskan.

Jawab (saksi): Saya melihat sendiri kejadian tindak pidana, mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara dengan maksud menodai, menghina atau merendahkan lambang negara, yakni melalui akun facebook milik saya.

Saat pertanyaan penyidik dan jawaban saksi di BAP itu dilontarkan JPU kepada saksi di persidangan, saksi dengan tegas mengatakan jika jawaban tersebut tidak berasal darinya.
“Itu bukan jawaban saya, Pak. Saya tidak tau soal jawaban itu,” ujar saksi lagi.

Tak hanya itu, saksi juga mengatakan jika proses penjemputan terdakwa bersama dirinya, tidak disertai dengan surat penangkapan dari petugas.
“Saat itu petugas tidak ada menunjukkan apa-apa, termasuk surat penangkapan saat membawa kami ke Polres,” ujar saksi.

Usai mendengarkan keterangan saksi, ketua majelis hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan 2 minggu lagi dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pelapor, dalam hal ini adalah penyidik, yang dimohonkan oleh kuasa hukum terdakwa. (alex)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.