Skenario Korupsi Dinas Kebersihan Hinga Seret Kabid Operasional

M24.COIMEDAN
Petugas kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut masih mendalami kasus dugaan korupsi di Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Medan. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa 15 orang saksi dan sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka.

“Barang bukti berupa uang tunai Rp 11.605.000 rupiah, 20 blok voucer BBM Solar, Surat Perintah Jalan (SPJ), Stempel, dan Catatan Kutipan Harian sudah disita oleh petugas,” ujar Kombes Pol Rina Sari Ginting selaku Kabid Humas Polda Sumut via WhatsApp, Minggu (20/11).

Sementara berdasarkan data yang dihimpun, mobil truck pengangkut sampah di Dinas Kebersihan Pemko Medan sebanyak 220 unit. Keseluruhannya beroperasi setiap hari dengan minyak 25 liter per harinya dari lokasi pengangkutan sampai ke TPA dan seharusnya minyak tersebut untuk dua trip.

Tapi pada kenyataannya, yang diberlakukan hanyalah satu trip. Akan tetapi, di TPA, petugas benama Sutikno dan M. Iqbal memberikan stempel sebanyak dua kali. Jadi seolah-olah truk tersebut mengangkut sampah sebanyak dua trip setiap harinya.

Dalam setiap dua hari sekali, petugas voucer BBM bernama Kamil Hasan pun kemudian memberikan uang tunai kepada para supir truk sebanyak Rp 100 ribu rupiah.   Pemberian itu tentu tidak sesia dengan voucer yang seharusnya berisi 25 liter.

Usai voucer dibagikan, para supir pun kemudian menukarkannya kepada Sulaiman Wazid yang merupakan karyawan SPBU Keloko Pinang Baris Medan.

Kemudian setiap minggunya, para supir diwajibkan memberikan setoran sisa BBM kepada Kasi Operasional Dinas Kebersihan Pemko Medan atas nama Habib Fadillah melalui Ali Sakti selaku PNS di dinas tersebut setelah melakukan pengitipan kepada supir bernama Hendra Saputra dan Ali Umar yang diberikan kepada M. Iqbal dan diteruskan kepada Sutikno selaku Kepala TPA Terjun Marendal.

Dengan demikian, jika dikalkulasikan, uang yang berhasil diraup perharinya sebanyak Rp 16.562.500 rupiah. Sementara kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2014 dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp. 18.135.937.500 rupiah. (tun)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.