Soal Kelangkaan Gas, Kapolres Binjai Bilang akan Dilidik Intel

M24.CO|BINJAI

Kouta gas 3 Kg di Kota Binjai tak berkurang. Malah sebaliknya, naik 9,2 persen. Namun, adanya kenaikan kouta itu ternyata tak memudahkan masyarakat Binjai untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Kondisi ini jelas menimbulkan berbagai pendapat di kalangan masyarakat. Ada yang menyatakan gas 3 Kg akan dicabut, ada juga yang mengatakan gas 3 Kg dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.

Menindak lanjuti hal ini, Kapolres Binjai, AKBP Rendra, saat dikonfirmasi via WhatsApp, mengaku akan menindak lanjuti hal tersebut. “Ok, akan dilidik intel ya,” kata Rendra singkat, Rabu (5/10).

Sementara itu, Kabag Perekonomian Kota Binjai, Ilham, sebelumnya membenarkan adanya program pemerintah untuk mengalihkan gas 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg. “Ya, program ini memang sudah kami dengar. Tapi rencananya tahun 2017, dimana tahap awal yang ditindak lanjuti untuk beralih ke Bright Gas adalah PNS,” ujar Ilham.

Ilham juga menambahkan, nantinya masyarakat yang bisa menerima Gas 3 Kg rencananya akan diberi kartu Sakti. Untuk masyarakat yang tidak memiliki kartu Sakti beralih ke Bright Gas.

“Kita lihat saja bagai mana sistemnya nanti. Yang jelas, persoalan warga kesulitan mencari gas 3 Kg masih tetap kita pantau dengan melakukan pengawasan di 181 pangkalan yang ada,” paparnya. (dan)

Loading...
author