Tahanan Kabur, Siapa Yang Salah?

TAHANAN KABUR SIAPA YANG SALAH

TAHANAN KABUR SIAPA YANG SALAH

M24.CO|MEDAN
Parlindungan Sinaga sebagai ketua Majelis Hakim dan Randy Tambunan selaku JPU saling tuding terkait dengan kaburnya Sujana, tahanan kasus ITE dari RS Binakasih Medan. Menyikapi hal tersebut, Pengadilan Negeri (PN) Medan seakan buang badan atas pelarian tahanan itu. Pasalnya, ketika dilakukan pembantaran, majelis hakim selalu mewanti-wanti JPU selaku eksekutor harus dengan pengawalan.

“Kalau sampai berlarut-larut seperti ini dan kemudian lari, jaksanya kemana? Dia harus mengawal tahanan itu. Ketika dia (tahanan) lari, tanggung jawab jaksa dong,” jelas Humas PN Medan, Erintuah Damanik kepada wartawan di PN Medan, Rabu (9/11) kemarin. ?

Menurut Randi Tambunan ketika berbincang di PN Medan menyebut kaburnya Surjana berawal adanya biaya perawatan sekitar Rp 15 juta tak kunjung dibayar.

Alhasil, surat izin dokter yang menyatakan Surjana sudah sehat dan bisa menjalani sidang tak dikeluarkan. Kendati jaksa saat itu membutuhkan Surjana agar segera menjalani persidangan. Namun, terdakwa melarikan rumah sakit rujukan itu.

“Dia (Surjana) kan sudah sekitar dua bulan di rumah sakit, jadi kemarin kami mintakan dokter agar surat izin yang menyatakan sudah, tapi gak dikasih. Kami kesulitannya di situ,” kata JPU Randi Tambunan.

Sementara itu, Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Tambok Nainggolan berjanji akan mengusut kinerja JPU Randi Tambunan atas kaburnya tahanan tersebut.

Seperti iketahui, Surjana diadili di PN Medan karena didakwa melanggar pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE. Agnes selaku saksi korban mengadukan Surjana ke Poldasu karena menista lewat pesan singkat (sms) seolah korban melakukan pemerasan Rp 500 juta. Selama penyidikan dan penuntutan, terdakwa ditahan. Tapi tahap proses persidangan hakim malah melakukan pembantaran terdakwa ke RS. (red)

Loading...