Tak Dikasih Pesangon, Indako Digugat Mantan Karyawan

330

M24.CO|MEDAN
Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Medan menggelar sidang lanjutan gugatan yang dilayangkan Hafnizar Sagala (29) terhadap PT Indako Trading Co, di ruang Candra II lantai 3 pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pada persidangan itu, PT Indako Trading Co selaku pihak tergugat menghadirkan Adi Ikuh Sali selaku mantan kepala showroom Indako cabang Binjai dan juga Dari Siska selaku HRD di Indako Jl Pemuda. Dalam keterangan kedua saksi ini membenarkan, jika Hafnizar Sagala selaku penggugat adalah mantan karyawan tetap di perusahaan penjualan sepeda motor itu.

“Benar yang mulia, setahu saya saudara penggugat pernah bekerja di Indako dengan status karyawan tetap dengan jabatan sebagai salesman,” ujar saksi kepada ketua Majelis Halim Nazar Efriandi.

Dalam keterangannya, kedua saksi mengaku bahwa pihak Indak benar mengeluarkan surat pengunduran diri secara sepihak terhadap Hafnizar Sagala pada tanggal 10 November 2014 lalu. Pemberian surat pengunduran diri secara sepihak itu, menurut saksi sudah sesuai prosedur, karena sebelumnya Hafnizar tidak masuk kerja selama lebih dari 5 hari, karena menolak mutasi jabatan ke Padang Sidempuan.

Kedua saksi juga membenarkan jika pihak perusahaan tidak memberikan pesangon atau uang terimaksih kepada Hafnizar paska penerbitan surat pengunduran diri secara sepihak itu.

Padahal, menurut Hafnizar, sebelum ditugaskan di Indako cabang Binjai, ia lebih dulu ditempatkan di Indako Simpang Limun dan Indako Makmur. Setelah bertugas kurang lebih 1 tahun di Indako cabang Binjai, Hafnizar lalu dimutasi ke Padang Sidempuan, dengan posisi jabatan yang tetap dan tidak ada penambahan gaji dan penambahan tunjangan. Saat itu, setelah mendapat mutasi, Hafnizar lalu mendatangi HRD Indako di Jalan Pemuda, Eddy dan mempertanyakan soal kepindahan itu.

Saat itu, Hafnizar meminta tambahan gaji dan uang transport serta kenaikan jabatan. Namun ketiga permintaan itu tidak dipenuhi. Lalu Hafnizar kembali ke Binjai dan meminta kepala showroom agar dipekerjakan kembali di Binjai karena ketiga permintaan dia tidak satupun dipenuhi perusahaan. Namun saat itu, kepala showroom tidak merespon Hafnizar.

Sejak itulah, Hafnizar tidak masuk lagi kerja karena bingung terhadap tawaran perusahaan itu, sebelum akhirnya dia menerim surat pengunduran diri secara sepihak dari perusahaan, namun hingga kini surat itu tidak pernah ditandatangani oleh Hafnizar.

Karena tidak menerima sepeserpun pesangon, Hafnizar lalu membawa kasus ini ke Disnakertrans Sumut pada 2015 lalu. Saat itu, Disnakertrans telah melakukan upaya mediasi.

Dalam mediasi itu, Disnakertrans meminta pimpinan perusahaan Indako memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja 2 bulan, uang penggantian perumahan dan perobatan dengan total Rp12.489.000, namun hal itu tidak dipenuhi oleh pihak Indako, hingga akhirnya Hafnizar mendaftarkan gugatan ini ke Pengadilan Hubungan Industrial Medan.

Usai mendengar keterangan kedua saksi, ketua majelis hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan Senin (17/10) depan. (van)

Loading...