Tebas Sirait Pakai Samurai, Anto Sekarat Dimassa

tersangka-pembacokan

tersangka pembacokan sekarat saat dirawat di rumah sakit (m24.co/susilawadi)

M24.CO|ASAHAN
Cekcok di salah satu pakter tuak di Desa Rawang, Kecamatan Panca Arga berujung dengan pertumpahan darah. Usai menebas leher, kepala dan tangan Heri Budi Darma Sirait (28) warga Dusun II desa Rawang Lama, Anto (30) warga Dusun II Kampung Bunga Desa Pondok Bungur, Kecamatan Panca Arga dipermak massa, Rabu (23/11/2016) malam.

Informasi dihimpun M24.CO, berawal dari cek cok mulut di salah satu pakter tuak di kawasan saluran irigasi di desa Rawang kemudian dua jagoan kampung itu pun beranjak dan memilih tempat untuk menyelesaikan pertikaian, tidak berlangsung lama datang dua pria yang mengendarai sepeda motor langsung menghampiri Anto.

“Ribut orang itu, kemudian beranjak dan tiba-tiba datang dua orang yang mengedarai sepeda motor menghampiri Anto sambil memberikan pedang samurai dan tidak begitu lama terdengar suara jeritan.

“Heri Budi Darma Sirait masuk ke pakter tuak dalam keadaan besimba darah, beber Iskandar salah seorang saksi mata yang ikut mengantarkan ke RSUD HAMS Kisaran ketika dikonfirmasi.

Melihat pria yang akrab disapa Heri itu bersimba darah, spontan pengunjung pakter tuak mengejar Anto yang berusaha melarikan diri sambil menenteng pedang samurai.

“Langsung dihajar hingga babak belur dan beruntung ada personil Polres Asahan yang ketepatan pas melintas sehingga amuk massa dapat dilerai ” tamba Iskandar.

Anto langsung diboyong oleh petugas, sementara Heri dilarikan ke Puskesmas terdekat, ” melihat kondisi luka Heri yang serius, pihak Puskesmas tidak sanggup dan akhirnya dilarikan ke RSUD HAMS ” rupanya kedua jagoan itu sama – sama dirawat disini, celetuk Iskandar.

Nek Wariam saat ditemui di ruang IGD RSUD HAMS Kisaran mengaku terkejut ketika dikabari cucunya dibacok orang di kedai tuak. “Kaget loh nak, lampu PLN pas mati tiba – tiba dikabari cucu kena bacok yang membuat lebih sakit dibacoknya di kedai tuak ” ungkap perempuan ujur itu dengan tangan gemetaran.

Kapolsek Kota Iptu Tombak Samosir dikonfirmasi melelui selulernya, Kamis (24/11/2016) mengatakan, keduanya pelaku dan korban pembacokan masih sama – sama dirawat di RSUD HAMS Kisaran sedangkan motifnya masih dalam penyelidikan.

“Sudah ditangani, keduanya pelaku dan korban masih dirawat di rumah sakit, untuk sementara pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi – saksi ditempat kejadian,”terang Iptu Tombak Samosir sembari menjelaskan barang bukti pedang samurai yang digunakan tersangka sudah diamankan. (susilawadi)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.