Terdakwa Divonis 1,6 Tahun, Omak-omak ‘Maki’ Hakim PN P.Sidimpuan

519

M24.CO|P.SIDIMPUAN

Sidang lanjutan perkara pencurian di rumah Ketua DPRD Tapsel hari ini sudah digelar dimulai Pukul.11:25WIB dan berakhir pada pukul 14:30 WIB dan memutuskan hukuman terhadap empat pelaku M Rum, M Nasir Rambe, Martin, Salam Lubis alias Ober.

Pantauan M24.CO Senin (03/10) di ruangan sidang PN Psp, majelis hakim di pimpin Hakim Ketua Paul Marpaung, Hakim Anggota Aries Kata Ginting dan Cakra Tona Parhusip memutuskan, mereka secara sah dan menyakinkan ikut terlibat dalam pencurian itu, atas perbuatan terdakwa PN. Padangsidimpuan menghukum para terdakwa ditahan selama 1,6 tahun.

Mendengar vonis tersebut puluhan ibu-ibu sontak berteriak histeris dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada Majelis Hakim yang mengaku keluarga dari para terdakwa.

Kekisruhan terjadi saat keluarga terdakwa memprotes para majelis hakim yang memaksa mereka jadi tersangka.

Kepada wartawan M24.CO Adek, salah satu pihak Anggota keluarga Andre Marroha mengatakan bahwa hari ini ” telah terjadi kriminalisasi hukum terhadap para tersangka sebab mereka bukanlah pelaku sebenarnya, justru pelakunya adalah Sulaiman Tambunan, Ibnu Mujarir Lubis, Ari Suandi Lubis dengan menunjukkan surat pernyataan mereka dengan pakai materai enam ribu rupiah.

Dan pihak keluarga sangat kecewa ke pada pihak penegak hukum di daerah ini karena sampai selesai proses hukum ini barang bukti dan pelaku sebenarnya tidak bisa di hadirkan majelis hakim. Artinya proses hukumnya cacat demi UU dan kita akan banding demi keadilan.

Sementara pihak pengadilan satupun tidak mau dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan dari media elekronik dan cetak.

Sementara Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP M.Helmi.Lubis , terpaksa melakukan pengamanan ekstra ketat untuk menghindari hal-hal yang tak di inginkan dalam proses persidangan.

“Personil yang diturunkan berjumlah 150 orang dan BKO dari polres tapsel sebanyak 25 0rang,” imbuhnya.(sabar)

Loading...