Terkait Guru Cabuli Siswi, LPA Bilang Terkesan ‘Inkonsisten’

93
cover | metro24.co

BATUBARA|Soal kasus dugaan cabul oknum guru PNS berinisial RA, SPd terhadap siswinya, panggil saja Cin (11) itu yang hingga kini belum ada penanganan hukum, membuat lembaga yang bergerak dibidang perlindungan perempuan di Kab. Batubara ‘berang’. Lembaga itu akan mensomasi pihak Polres Batubara dan meminta kasus tersebut segera diproses sesuai ketentuan hukum yang ada.

Menanggupi hal tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kab Batubara Alpian, S, Sos, SHi menjawab wartawan terkait langkah-langkah yang disebutkan sebelumnya, terkesan ‘inkonsisten’. Kasus pelecehan seksual terhadap anak yang sebelumnya dikatakan bukan delik aduan kini malah berubah menjadi delik aduan.

“Itu delik aduan, artinya kalau kedua belah pihak sudah berdamai maka sulit ditindaklanjuti. Proses hukum dalam kasus itu hanya dapat dilakukan jika pihak korban membuat laporan,” pungkas Alpian.

Dilain pihak, ketua yayasan LBH CNI (Cakrawala Nusantara Indonesia) Kab.Batu Bara Zamal Setiawan mengatakan, bila LPA menyebutkan kasus pelecehan terhadap anak adalah delik aduan, itu salah dan keliru, sebab pencabulan atau pelecehan terhadap anak itu murni adalah pidana umum bukan mutlak delik aduan”, terangnya. (hari)

Loading...