Terkait Kasus Dwelling Time, Polda Sumut Periksa 68 Perusahaan

dweing-timeM24.CO | MEDAN – Polda Sumatera Utara telah memeriksa 68 perusahaan terkait kasus dugaan pungutan liar dalam dwelling time (bongkar muat) di pelabuhan Belawan. Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka. Namun, polisi masih menyelidiki keterkaitan dua tersangka tersebut dengan institusi Otoritas Pelabuhan.

“Tersangka kami periksa sebagai oknum. Tersangka dalam pemeriksaan pastinya sebagai oknum. Kita belum tahu apakah ada keterkaitan instansi terkait. Jika bisa terbukti pasti kita kejar,” kata Nainggolan kepada wartawan Jumat (7/10/ 2016).

Menurut dia, pihaknya juga belum bisa memastikan adanya keterkaitan bagian Otoritas Pelabuhan Belawan seperti Syahbandar, Kepabeanan, Imigrasi, dan Pelindo dalam kasus pungutan liar dwelling time. “Soal keterkaitan instansi-instansi yang terlibat belum dapat kami pastikan saat ini. Kami masih terus diperiksa. Nanti dari pengakuan tersangkalah baru kita tahu apa ada keterkaitan instansi,” tambah dia.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Habinsaran Panjaitan, mengatakan Polda Sumut saat ini tengah menggali kemungkinan bahwa praktik pungli justru bermoduskan kewenangan institusi lain. Dua tersangka yang diamankan diduga bekerjasama dengan oknum otoritas pelabuhan Syahbandar. “Prosedurnya yang tahu mereka Otoritas Pelabuhan. Dari dua tersangka yang diamankan (P dan H) mereka mengaku ada memberikan uang pelicin kepada oknum Syahbandar, jadi tiap kali ada bongkar muat ada uang pelicin sebesar Rp57 juta untuk oknum Syahbandar sekali bongkar muat setiap kapal,” ujar dia.

Toga mengungkapkan, sampai saat ini jumlah oknum yang diduga melakukan pungli dan dalam penyelidikan sebanyak 136 orang, terhitung dari 68 koperasi dan perusahaan yang ada di Belawan. “68 perusahan kami duga melakukan dugaan pungli dwelling time. Semua akan diperiksa, termasuk buruh-buruhnya. Apakah mereka diberikan upah atau uang pungutan hanya untuk oknum-oknumnya saja,” pungkasnya.(Red)

Loading...
author