Terkait Tahanan Kabur, Jaksa & Pengawal Kejari Medan Bakal Dipanggil

Terkait Tahanan Kabur, Jaksa & Pengawal Kejari Medan Bakal Dipanggil

Terkait Tahanan Kabur, Jaksa & Pengawal Kejari Medan Bakal Dipanggil

M24.CO|MEDAN
Tim Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) akan segera memanggil jaksa dan pengawal tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan terkait kaburnya tahanan Surjana kasus ITE dari RS Bina Kasih Medan.

Menurut Kasi Penkum Kejatisu, Bobbi Sandri membenarkan pemanggilan tersebut oleh tim Kejatisu dan sudah mengetahui kasus tahanan yang kabur dari rumah sakit pada 6 November lalu.

“Tim Pengawasan akan memanggil jaksa, pengawal tahanan untuk diklarifikasi tentang kabur tahanan. Tak hanya jaksa maupun pengawal tahanan akan tetapi pejabat Pidum Medan juga akan dipanggil,” ucap Bobbi Sandri, Selasa (15/11/2016).

Bobbi menegaskan dalam kasus ini memang benar terdakwa dibantarkan oleh majelis hakim untuk menjalani perawatan medis karena sakit kista yang dideritanya.

“Tapi yang ingin kita ketahui apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian terhadap kaburnya terdakwa Surjana dari rumah sakit,”ucapnya.

Meski dalam kasus ini, pihak kejaksaan telah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari Surjana.

” Kita sudah berkoordinasi ke pihak kepolisian untuk mencari terdakwa yang kabur itu,” paparnya.

Namun saat ditanyakan kapan pemanggilan terhadap jaksa, pengawal tahanan dan pejabat Pidum Kejari Medan?, Bobbi menegaskan sesegera mungkin.

” Kita akan sesegera mungkin memanggilnya,” pungkas Bobbi.

Sekedar informasi, Surjana diadili di PN Medan karena didakwa melanggar pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE. Agnes selaku saksi korban mengadukan Surjana ke Polda Sumut karena menista lewat SMS, seolah-olah korban melakukan pemerasan Rp 500 juta. Selama penyidikan dan penuntutan, Surjana ditahan.

Tapi tahap proses persidangan hakim malah melakukan pembantaran terdakwa ke RS Bina Kasih. Hingga akhirnya, Surjana berhasil melarikan diri 6 November 2016 lalu. Atas kejadian itu majelis hakim Parlindungan Sinaga dan JPU Randy Tambunan saling tuding sebagai pihak yang harus dipersalahkan.

Sebagaimana diketahui, Surjana diadili di PN Medan karena didakwa melanggar pasal27 ayat 3 ji pasal 45 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

Saat itu Agnes selaku saksi korban mengadukan Surjana ke Poldasu karena menista lewat sms seolah korban melakukan pemerasan Rp500 juta.

Selama penyidikan dan penuntutan terdakwa Suryana ditahan.Tapi tahap proses persidangan hakim malah melakukan pembantaran terdakwa ke rumah sakit. (van)

Loading...