Ternyata, Putra Sang Eksekutor ‘Tembak Mati’ Kuna Prajurit TNI

261

MEDAN|Petugas gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu, Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Barat akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Indra Gunawan alias Kuna (34) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat beberapa waktu lalu.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam keterangan persnya di RS Bhayangkara Medan mengatakan kedelapan pelaku yang berahisl diamankan adalah Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru No. 63 Medan, Jo Hendal alias Zen (41) warga Jalan Sukaraja, Kabupaten Batubara, Putra (31), Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang No. 6 Kecamatan Medan Petisah dan John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan dan RZ. Kemudian dua pelaku pembatu lainnya adalah Wahydudi alias Culun (32) warga Jalan Karya, Kecamatan Medan Johor dan M. Muslim (31) warga Jalan Sampali, Kecamatan Medan Area dan SJ alias Raja, Warga Medan ditangkap di Jambi.

Berdasarkan informasi Putra alias Sawaludin (45) warga Komplek Perumahan Sri Gunting, Blok 18 No.46, RT 11, Desa Sei Beras Sekata sebagai Eksekutor Kuna di Jalan A.Yani, Kel. Kesawan, Kec. Medan Barat, Rabu (18/1/2017) pagi, lalu, dikabarkan merupakan oknum TNI.

Menanggapi hal tersebut Kapendam I/BB, Kolonel Inf Edi Hartono, membenarkan informasi tersebut. “Benar, setelah kita cek ternyata yang bersangkutan merupakan prajurit dari satuan Denmadam I’m, Kodam Aceh dan sudah disersi sekitar 8 bulan,” bebernya.

Ketika ditanya tentang pangkat prajurit tersebut, perwira berpangkat tiga melati dipundaknya ini mengaku bahwa Putra berpangkat Prajurit Kepala (Praka) “Pangkatnya Praka,” singkatnya.

Seperti diketahui, pasca penangkapan terhadap delapan tersangka pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna (43), Praka Putra alias Sawaludin sebagai eksekutor ditembak mati petugas kepolisian gabungan Poldasu, Polrestabes Medan, Polsek Medan Kota serta Polsek Medan Barat, karena mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Dan berdasarkan keterangan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah menyatakan, motif pembunuhan berencana terhadap Kuna karena dendam pribadi. Jadi, SR punya dendam kepada Kuna, sehingga membayar orang untuk membunuh. Diduga Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara, Siwaji Raja yang mengorder pembunuhan dengan nilai fantastis sebesar Rp2,5 miliar tersebut.

“Tarifnya untuk sementara yang sudah dikirim uang dari SR Rp50 juta kepada Rawi. Isu yang kami terima, SR menjanjikan uang Rp 2,5 miliar bila berhasil membunuh Indra Gunawan alias Kuna. SR merupakan pengusaha tambang di Kota Jambi,” katanya.

Loading...