Tiga Kapal Dibakar Nelayan Tradisional Leidong

348

leidongM24.CO | LABUHAN BATU UTARA – Tiga kapal penangkap ikan teri dibakar di perairan Datuan Golok, Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Informasi yang dihimpun, tiga kapal itu dibakar oleh sekira 120an orang nelayan jaring tradisional yang kesal akibat ketiga kapal itu melakukan penangkapan dengan menggunakan pukat harimau (trawl) yang sudah dilarang pemerintah. Insiden tersebut terjadi pada Minggu 9 Oktober 2016 malam.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun setidaknya 40 orang nelayan mengalami kerugian materil akibat pembakaran kapal itu. Adanya pembakaran kapal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Rina Sari Ginting. Namun ia enggan merinci kronoligi dan pihak-pihak yang patut diduga terlibat dalam insiden tersebut. “Iya benar, tapi detailnya silahkan ke Kapolres saja,” ujar Rina, Senin (10/10/2016).

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardhie, belum bisa dikonfirmasi terkait insiden tersebut. Untuk diketahui, aksi pembakaran terhadap kapal pukat trawl oleh nelayan jaring tradisional ini memang kerap terjadi. Sebelum pada Minggu kemarin, pembakaran kapal juga terjadi pada akhir September lalu.

Aksi bakar kapal ini kerap dilakukan karena penegak hukum yang harusnya tegas terhadap kapal pukat trawl, justru cenderung melakukan pembiaran. Padahal kapal pukat trawal itu beroperasi di perairan yang diperuntukkan bagi nelayan jaring tradisional.(Red)

Loading...