TKBM Bilang Pihak Kepolisian Gagal Pahami KKB

M24.CO|BELAWAN

Demo buruh TKBM (Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia) pelabuhan Belawan protes kriminalisasi terkait kasus dugaan pungutan liar dalam dwelling time (waktu bongkar muat) di pelabuhan Belawan. Sabtu (8/10).

Sekretaris Primer Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat upaya karya Sabam Manalu menilai pihak Kepolisian gagal memaham terhadap Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) No. 35 tahun 2007 tentang tarif bongkar muat sehingga mudah menuding buruh, kami menentang dari semua pihak- pihak yang menginterpensi, dan mengangkangi kesepakatan yang telah ditandatangani bersama.Sabtu (08/10/2016).

Kami mengingatkan semua pihak, yang menggangu, apa lagi memancing kericuhan ditengah TKBM dengan melakukan tindakan kriminalisasi terhadap TKBM, pihak yang berusaha untuk melakukan tindakan kriminalisasi, buruh akan turun kembali sebanyak 3500 orang lebih untuk melakukan aksi damai, kami berharap Kepada pihak kepolisian agar lebih arif menyikapi, persoalan tarif TKBM, jangan menginterpensi atau mengotak katik tarif”, ujar Sabam.

Terkait adanya pihak-pihak yang ingin mengintervensi tarip yang telah tertuang didalam KKB No. 35 tahun 2007, ratusan KRK (Kepala regu kerja) TKBM rapat bersama di kantor primkop TKBM Upaya karya jalan Minyak No. 1 Belawan.

Semua KRK diberi kesempatan memberikan pendapat masing-masing terkait adanya pihak ke 3 yang ingin mengintervensi tarif yang telah disepakati bersama ini.(Winsah/dn)

Loading...
author