Mahasiswa ITB Ini Rancang Aplikasi untuk Penderita Tuberkulosis

129

M24.CO | BANDUNG – Tuberkulosis merupakan salah satu dari tiga penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia. Ironisnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini, masih sangat rendah. Padahal, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat merupakan isu yang sangat penting bagi kehidupan di setiap negara.

Berbeda dengan anggapan pada umumnya bahwa penyakit ini hanya diderita oleh masyarakat pedesaan yang sudah lanjut usia. Tuberkulosis justru lebih banyak diderita oleh masyarakat perkotaan dengan usia yang relatif muda. Sayangnya, pengobatan terhadap tuberkulosis memakan waktu dan tenaga yang cukup besar.

Setiap hari, penderita tuberkulosis harus meminum berbagai macam obat yang dapat berlangsung dalam jangka waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Akan tetapi, jika penderita tersebut sewaktu-waktu lupa meminum obat, pengobatan harus dimulai dari awal lagi, sehingga pengobatan sebelumnya menjadi sia-sia.

Berangkat dari kondisi tersebut, dua mahasiswa ITB Aninda Fariza (Teknik Industri 2012) dan Dilla Anindita (Sistem dan Teknologi Informasi 2012), mengajukan bisnis aplikasi stopTB. Yakni aplikasi yang memiliki fungsi utama mengingatkan penderita tuberkulosis untuk meminum obat.

Dengan aplikasi ini, diharapkan bahwa semua penderita tuberkulosis dapat menjalani pengobatan mereka dengan baik dan lancar sehingga penyakit tersebut dapat benar-benar disembuhkan. Selain itu, dengan adanya fitur-fitur tambahan seperti pelacak posisi obat, diharapkan bahwa proses pengobatan dapat berjalan dengan lebih mudah.

Dengan mengangkat tema ini, keduanya berpartisipasi dalam lomba Dow Indonesia Business Plan Competition yang diadakan oleh PT Dow Indonesia. Melalui stopTB. Aplikasi yang ditujukan untuk membantu penderita tuberkulosis. Keduanya pun keluar sebagai juara pertama dalam perhelatan final pada akhir bulan lalu di Jakarta. Kemenangan ini menambah rangkaian daftar kemenangan yang berhasil diraih oleh mahasiswa ITB dalam kompetisi berskala nasional.

Melalui kemenangan di kompetisi ini, Aninda dan Dilla sangat berharap bahwa aplikasi ini dapat direalisasikan oleh perusahaan atau investor yang tertarik dengan ide bisnis mereka. Mereka berpendapat bahwa aplikasi ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi penderita tuberkulosis di Indonesia dan di dunia.”Salah satu juri bahkan berkata bahwa dia sangat tertarik berinvestasi untuk bisnis kami,” ujar Dilla.(Red)

 

Loading...