General Manager AP II Bandara Kualanamu, Iwan K

DELISERDANG|Pengguna jasa transportasi udara meminta pemerintah memberi sanksi tegas terhadap Lion Grup, perusahaan maskapai penerbangan yang kerap dituding sering mengecewakan penumpangnya.

Persoalan delay, jadwal yang tidak tentu serta pembobolan koper penumpang merupakan kasus yang kerap terjadi.

Meski begitu, pengawasan pemerintah seakan tidak ada dan terkesan saling lempar tanggung jawab dibalik persoalan buruknya pelayanan Lion Grup.

Rahmad, seorang pengusaha asal Sumatera Utara yang kerap menggunakan jasa penerbangan Lion Grup mengaku kecewa sekaligus heran atas sikap pemerintah yang tidak memberi sanksi terhadap maskapai penerbangan ini.

“Jujur saja, saya terbang dengan Lion Grup karena mereka memiliki banyak jadwal penerbangan dan harganya murah. Tapi, bukan berarti mereka semena-mena terhadap yang menggunakan jasa mereka,” kesal Rahmad.

Menyikapi kondisi tersebut, seorang pengamat hukum Sumatera Utara, Zulhairi Sinaga berpendapat, secara hukum undang-undang perlindungan konsumen, Lion Air Group sudah layak digugat karena kerap merugikan pelanggannya.

“Lion Grup semestinya memikirkan kerugian penumpang begitu juga dengan dinas perhubungan udara. Apa kerja instansi terkait? mana pengawasan dari mereka? ungkap Sinaga.

Menanggapi hal tersebut, General Manager Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Iwan K saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. “Kalau kami hanya penyedia tempat, kalau masalah pengawasan maskapai, itu wewenang regulator (otoritas) mereka yang berkompeten,” ucapnya singkat. (Aswar)

Loading...