DELISERDANG|Dua kelompok massa nyaris baku hantam akibat pemasangan tembok di lahan eks PTPN II di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang, Rabu (1/1/2017)

Mendapat laporan adanya pertikaian tersebut, Polsek Batangkuis langsung ke lokasi dan melakukan mediasi terhadap kedua kelompok massa yang bertikai. Untuk menjaga situasi kondusif, polisi meminta pekerjaan pembangunan tembok dihentikan sementara.

Diketahui, konflik sengketa lahan tanah eks perkebunan PTPN II yang berada di Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang bermula antara pihak perkebunan dengan kelompok penggarap.

Pihak perkebunan PTPN II berencana melakukan penguasaan kembali dengan memasang plang dan tembok, namun kelompok penggarap merasa keberatan karena mereka sudah menanami lahan tersebut dengan palawija dan lainnya.

Purwanto (38) warga Desa Lampu Satu Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang yang menjaga lahan mengatakan, lahan tersebut memang digarap oleh warga karena Hak Guna Usaha pihak PTPN II sudah habis masa berlakukanya dan tentunya rakyat juga mempunyai hak mengelola lahan tersebut.

“Kenapa pula pihak perkebunan memasang pagar lagi ditanah yang bukan miliknya,”ucap Purwanto

Sementara, Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Teuku Fatir Mustafa saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, berupaya memediasi kedua belah pihak. “Memang terkait soal lahan, ini sudah rawan konflik,” ucap Teuku Fatir.(Aswar)

Loading...