Enam Hari Hilang Alumni UI Ngapung di Danau Toba

105

Taput | Sejak menghilang hari Senin (23/1) lalu, Robinhot Sinaga (47) akhirnya ditemukan dengan kondisi tak bernyawa. Jasandnya mengapung di danau toba dan ditemukan oleh seorang warga, Sabtu (28/1/2017).

Jasad warga Desa Hutalottung, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Edo Rajagukguk (16). Saat keluar dari rumahnya, Edo melihat sesuatu mengapung di danau yang hanya berjarak sekira 20 meter dari rumahnya.

Saat melihat sesuatu yang mengapung itu, Edo lalu mendekat ke bibir pantai untuk memperjelas, saat itu jasad Robinhut mengapung sekira 20 meter dari bibir pantai.

Yakin jika yang ia lihat adalah mayat, Edo lalu memberitahukan kepada warga lain. Temuan itu selanjutnya diteruskan kepada petugas kepolisian dan Tim SAR. Tak menunggu lama, petugas yang sebelumnya masih meninggalkan peralatannya di sana langsung terjun dan mengevakuasi jasad Robinhot.

Jasad korban selanjutnya divisum ke RS terdekat sebelum kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. “Pas aku keluar rumah, aku lihat ada yang mengapung di danau, lalu ku perjelas. Ternyata yang ngapung itu mayat, makanya langsung ku kasih tau ke warga lain,” sebut Edo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Robinhot diketahui menghilang dari rumahnya pada hari Senin (23/1) malam. Lajang tua ini diketahui mengalami kelumpuhan dan stres sejak beberapa tahun terakhir. Ia juga hanya tinggal berdua dengan ibunya, Tiarma Rajagukguk (77).

Saat itu, Tiarma terbangun saat tengah malam dan mendapati anaknya tidak ada di rumah, sementara pintu dan pagar rumah terbuka. Warga lalu sibuk mencari Robinhot namun tidak ditemukan. Pagi harinya, warga mendapati rumput di depan rumahnya seperti bekas digilas, yang diyakini adalah jejak Robinhot. Jejak itu mengarah ke danau, hingga menimbulkan kecurigaan jika Robinhot jatuh ke danau.

Kamis (26/1) lalu, warga juga mendapati pesan korban yang ditulis di kalender yang ada di rumahnya. Dalam pesan berbahasa batak itu dituliskan.

“Adong kursi roda alai dijual, mate nama au, (Ada kursi roda tapi dijual, mati lah aku),” demikian pesan tersebut ditemukan warga. Usai menamatkan pendidikannya di UI (Universitas Indonesia), korban diketahui sempat bekerja di beberapa perusahaan mulai dari Jakarta hingga ke Kalimantan, sebelum kemudian kembali ke kampung halamannya.(alex)

Loading...