Bah! Wacana Regulasi Baru PSSI Bikin Klub Kerja Ekstra

122

BANDUNG|Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memaksa klub-klub peserta Liga Super Indonesia (ISL) untuk bekerja ekstra keras. Di tengah persiapan membentuk tim jelang kompetisi yang akan dimulai pada 26 Maret 2017, mereka disodori rancangan regulasi baru.

Dari beberapa regulasi tersebut ada yang berbeda dibanding musim lalu. Mulai dari penggunaan pemain asing 1 dari Asia, dan 2 non-Asia, hingga pembatasan maksimal 2 pemain yang berusia 35 tahun. Selain itu, ada tambahan wajib menyertakan 5 pemain berusia di bawah 23 tahun.

Wacana regulasi baru tersebut ditawarkan oleh PSSI ketika menggelar Kongres Tahunan di Hotel Aryaduta, Bandung pada Minggu 8 Januari 2017. Namun, karena terlalu mendadak dan butuh persiapan tambahan, perwakilan klub ketika itu meminta waktu lagi.

“Masalah setiap klub kan berbeda-beda, ada yang sudah telanjur pra-kontrak dengan pemain asingnya. Ada juga yang minim pemain juniornya,” kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

“Akhirnya kan kami minta waktu karena kebetulan yang kemarin datang bukan hanya pengambil kebijakan. Kami harus bicara dengan pelatih dan CEO juga. Agar kami bisa pulang ke daerah masing-masing dan koordinasi,” tuturnya.

Ruddy belum bisa berbicara banyak apakah Arema FC akan setuju total dengan wacana yang disodorkan oleh PSSI tersebut. Dia masih harus bertemu dengan pelatih Aji Santoso untuk mengetahui kemungkinan klub berjuluk Singo Edan bisa mengadaptasi peraturan ini.

Hal senada juga disampaikan oleh manajemen Persija Jakarta. Meski mengapresiasi wacana penggunaan U-23, mereka akan terkendala di urusan pemain di atas 35 tahun. Seperti diketahui, mereka memiliki pemain veteran yang sudah menjadi ikon klub, seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan.

“Masih dalam proses final pilihan terbaik. Insya Allah, Spirit to Basic program Persija melalui regulasi kompetisi U-21 berkesinambungan dengan program Garuda Emas PSSI,” kata Sekretaris Persija, Budiman Dalimunthe.[viva]

Loading...