Gubsu Bilang Sumut Bertekad Jadi Tuan Rumah PON 2024

159

BERASTAGI|Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi membuka secara resmi Musyawarah Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) kepengurusan periode 2012/2016 di Grand Mutiara Hotel, Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (6/1/2017).

Musprov yang berlangsung mulai 6-8 Januari ini dihadiri Ketua KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, Wakil I Ketua KONI Pusat Suwarno, Ketua KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu, Kadisporasu Baharuddin Siagian, Ketua Komisi E DPRD Sumut Syamsul Qodri Marpaung, serta yang mewakili Pangdam I/BB dan Kapoldasu, Ketua KONI se-Sumut serta undangan.

Dalam kesempatan itu, Erry berharap, kepengurusan KONI Sumut ke depan bisa membawa prestasi olahraga lebih baik serta bisa mewujudkan cita-cita bersama Sumut emas PON XX/2020.

“Kepengurusan KONI ke depan diharapkan bisa lebih baik, dengan dipimpin oleh sosok yang benar-benar memahami, mencintai, dan menjiwai olahraga,” ucap Erry dalam sambutannya.

Erry menyampaikan sejumlah pesan kepada KONI Sumut. Pertama, tekad besar Sumut kembali menjadi tuan rumah PON XXI/2024. Dengan kehadiran Ketum KONI Pusat Tono Suratman kiranya dapat mendukung penuh niatan baik Sumut menjadi tuan rumah seperti pada PON edisi ke 3 tahun 1953.

Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar membenahi fasilitas dan sarana olahraga semakin baik. Sehingga pada Bidding (menawar) PON 2018 mendatang, Sumut sudah siap dalam hal sarana dan prasarana.

“Kalaupun tidak bisa menjadi tuan rumah PON sendiri, minimal tuan rumah bersama provinsi Aceh. Keinginan itu sudah kami mulai. Kita punya GOR, Cabor di Unimed, dan kita sedang membangun sport centre di Pancing yang dulunya lahan eks kantor Gubsu. Meski luasnya hanya 25 hektare, kita sudah memiliki sarana olahaga seperti GOR Futsal, sepakbola, gedung GSG dan pembangunan sarana boling centre. Kita juga bakal membangun wisma atlet dan sarana cabor lain. Tinggal menunggu persetujuan DPRD saja,” ucap Erry.

Selain memperbaiki sarana prasarana, Gubsu Erry juga menginginkan prestasi olahraga Sumut lebih baik dari sebelumnya di even nasional seperti PON. Apalagi sebagai penduduk terbesar keempat di Indonesia, Sumut mestinya bisa masuk posisi lima besar di PON. Terbukti para era 70 an Sumut selalu diperhitungkan.

Namun pada PON 2016 di Jawa Barat, Sumut hanya mampu berada di posisi kesembilan. “Kita juga patut berbangga, NPC Sumut mampu menunjukkan prestasi membanggakan dengan jumlah atlet 70 lebih bisa masuk posisi tiga besar. Ini tentu harus dicontoh oleh atlet binaan KONI Sumut dan atlet pelajar di bawah naungan Dispora,“ sebut Erry.

Demi mewujudkan hal itu, Erry mengatakan, tentu pembinaan secara berkesinambungan dan maraknya even olahraga salah satu faktor penentu. Karenanya, ia berpesan kepada KONI Sumut untuk mendorong seluruh Pengprov cabang olahraga untuk menyelenggarakan kejuaraan daerah minimal sekali dalam setahun.

“Dari 44 cabor yang ada, saya dengar ada 36 yang aktif. Kalo tiap cabor bisa melaksanakan satu even, maka tiap bulan ada tiga kejuaraan. makanya kami mohon KONI bisa membantu dana 50 hingga 100 juta untuk masing-masing Pengprov,” pungkas Erry.

Sementara, dukungan agar Sumut menjadi tuan rumah pada PON 2024 mendapat apresiasi dari Ketua KONI Pusat Tono Suratman. Menurutnya, Sumut memiliki potensi besar untuk bisa mensukseskan pelaksanaan even empat tahunan itu.

Terbukti, pada tahun 1953 Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah PON edisi ketiga. Ia pun berharap, semakin banyaknya kompetitor tuan rumah PON, menjadi sinyal positif olahraga di seluruh daerah semakin maju.

“Sejauh ini baru Sumut yang memiliki tekad besar untuk menjadi tuan rumah PON 2024. Tentu sebagai salah satu syarat menjadi tuan rumah tidak hanya faktor anggaran saja, tetapi juga kesiapan hal lain seperti akomodasi, sumber daya manusia dan sarana dan prasarana olahraga yang berstandar tentunya,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada pengurus KONI terpilih untuk bisa terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar program yang berkaitan dengan kemajuan olahraga di Sumut bisa terwujud. Termasuk mencari sosok pemimpin KONI Sumut lima tahun ke depan, tidak hanya bermodalkan pintar dan penguasaan materi. Melainkan memiliki kedekatan antara pemimpin dengan yang dipimpin.

“Olahraga jangan dianggap biasa-biasa saja. Karena olahraga adalah sarana pemersatu bangsa, dalam situasi perbedaan agama dan suku. Olahraga juga bisa memberantas kenakalan pemuda dari narkoba, rasis, dan diskriminasi yang sekarang sedang terjadi,” tambahnya.(winsah)

Loading...