Alamak!! Bupati Asahan Masukan Tanah YPMDU Ke LHKPN

rumahhhM24.CO | ASAHAN

Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP juga memasukan tanah seluas 1.345 M yang berada di Jalan Mahoni Kelurahan Mekar Baru milik YPMDU Asahan kedalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut M Afifuddin Gurning putra Drs Ishak Gurning, pihaknya mengetahui hal itu setelah mendapatkan copyan LHKPN Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang yang disampaikan ke KPK, pada lembaran itu tanah seluas 1.345 M berada diurutan pertama dengan uraian harta yang merupakan hasil sendiri, warisan atau hibah yang diperoleh dari tahun 1996 sampai dengan 1997, ujarnya sembari memperlihatkan copy lebaran LHKPN kepada metro24.co.

LHKPN Drs H Taufan Gama Simatupang MAP selaku penyelenggara negara yang disampaikan ke KPK sesuai tanggal pelaporan 30 Oktober 2009, 27 Februari 2014 melihat kondisi ini sangat bertolak belakang dengan surat penyataan yang dibuat Drs H Taufan Gama Simatupang pada tanggal 14 Desember 2000 yang isinya antara lain menegaskan jika tanah seluas 1.345 M yang terletak di Jalan Mahoni merupakan aset YPMDU dan bukan merupakan hak milik sebagaimana yang dijadikan dasar oleh penyidik Subdit II Tipikor Poldsu untuk menghentikan penyelidikan sebagaimana yang kami laporkan karena belum memenuhi unsur – unsur tindak pidana korupsi ujar M Afifuddin Gurning.

Di lembaran LHKPN dimasukan jd harta kekayaan, sementara ada penyataan yang dibuat oleh Drs Taufan Gama Simatupang merupakan aset YPMDU sehingga Tim penyidik Subdit II Tipikor Poldasu menghentikan penyelidikan dan tidak bisa meningkatkan status jadi penyidikan lantara pernyataan yang dibuat Taufan Gama Simatupang, ” Subdit II Tipikor Poldasu menghentikan penyelidikan dengan surat No.K/139/IX/2015 yang ditanda tangani oleh Kasubdit II Tipikor AKBP Frido Situmorang saat itu” bebernya.

Kami saat ini konsentrasi mencari keadilan demi menyelamatkan aset YPMDU dimana YPMDU Asahan sejatinya milik umat Islam Asahan dan bukan milik Drs Taufan Gama Simatupang, pengaburan ini diawali dengan berubahnya akta pendirian yang saat itu ditangani notaris.

“Benar – benar gila cara kerja Taufan Gama Simatupang, menghadap notaris untuk melakukan perubahan akta pendirian hanya berdasarkan empat lembar kertas yang berisikan berita acara rapat tanpa ada notulen dan daftar hadir, yang paling menggelikan rapat diadakan pada tanggal 18 Juni 1995 di kediaman Almarhum H Abdul Manan Simatupang di Jalan Catur No.3 Medan, pada penutupan rapat ditulis demikianlah disampaikan hasil rapat pengurus YPMDU Asahan di Kisaran yang mana rapat tersebut dimulai sejak jam 11.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB pada tanggal 18 Juni 1995 dan tanggal penandatanganan rapat juga berbeda yaitu pada tanggal 24 Juni 1995 atau berjarak sekitar tujuh hari dari rapat ditutup,” tambahnya.

Umat Islam Kabupaten Asahan yang sedianya pemilik YPMDU Asahan, bukan Taufan Gama Simatupang, ” mencaplok tapi tidak elegan, tumpang tindih dan terkesan lalai seperti berita acara rapat yang dibawa menghadap notaris untuk melakukan perubahan akta pendirian YPMDU Asahan, “Rapat dibuka di Medan dan ditutup di Kisaran pada tanggal yang sama,”pungkasnya. (Susilawadi)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.