Atasi Banjir, Binamarga Turunkan Alat Berat Keruk Kawasan Dr Mansyur

M24.CO|MEDAN
Dinas Bina Marga Kota Medan melakukan pengerukan untuk pendalaman dan pelebaran Sungai Selayang yang membelah Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang dan Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (5/10).

Pengerukan ini dipusatkan di seputaran jembatan Jalan Dr Mansur Baru I , sebab aliran sungai di kawasan itu telah mengalami pendangkalan dan penyempitan yang cukup parah.

Kondisi ini menyebabkan warga sekitar selama ini menjadi langganan banjir setiap kali hujkan deras turun. Pendangkalan dan penyempitan yang terjadi ini menyebabkan fungsi sungai sebagai penampang air tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menggenangi jalan maupun rumah warga sekitar.

Guna memaksimalkan hasil pengerukan, Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi yang turun langsung memimpin pengerukan menurunkan langsung 1 unit excavator yang baru dibeli Dinas Bina Marga Kota Medan. Cara kerja alat berat baru buatan Itali tersebut tak ubahnya seperti seekor laba-laba.

Alat berat merek Euromach itu mampu menerobos medan yang cukup sulit, termasuk berjalan dalam sungai. Dengan kelebihan yang tidak dimiliki alat berat sejenisnya, excavator ini mampu melakukan pengerukan dengan maksimal. Hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih, alat berat ini mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Aliran Sungai Selayang yang sebelum pengerukan mengalami penyempitan dan pendangkalan serta disekelilingnya dipenuhi semak belukar, kini berubah menjadi lebar dan dalam. Sudah itu seluruh semak belukar pun bersih dan diratakan dengan tanah maupun lumpur hasil pengerukan sungai. Bersamaan itu air sungai pun mengalir dengan deras.
Kecewa.

Meski puas dengan hasil kinerja alat berat baru milik Dinas Bina Marga itu, Eldin pun tidak dapat menutupi kecewanya atas kinerja camat dan lurah. Selain tidak melakukan pengawasan dengan maksimal, camat dan lurah pun membiarkan sejumlah parit yang ada tersumbat menyusul pembangunan sejumlah kafe.

Malah salah satu bagunan belakang kafe dibangun di atas permukaan sungai sehingga penampang sungai menyempit. Yang mengherankan Wali kota, camat dan lurah tidak mengetahuinya sehingga pembangunan kafe tersebut kini tinggal tahap finishing. Padahal bangunan bagian belakang kafe itu selama ini menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir di kawasan tersebut.

Pasalnya ketika volume air sungai meningkat pada saat hujan deras turun, bangunan belakang kafe menghalangi sampah-sampah yang dibawa arus air sehingga lama kelamaan menyebabkan penyumbatan sehingga memicu terjadinya banjir.

“Saya heran mengapa bangunan kafe itu bisa berdiri tanpa sepengetahuan camat maupun lurah,” kata Wali Kota seraya mendesak agar bangunan belakang kafe tersebut segera ditertibkan.

Kekecewaan Eldin bertambah lagi ketika meninjau alur sungai yang melintasi Jalan Dr Mansyur Baru II. Sebab, camat dan lurah membiarkan bagian tepi sungai dipenuhi rumpun bambu yang memicu arus sungai tersumbah. Ditambah lagi permukaan drainase yang ada ditutupi beton oleh pemilik kafe dan dijadikan tempat berdirinya genset berukuran besar.

“Saya minta camat dan lurah tanggap dengan kondisi yang terjadi di wilayahnya. Apapun yang terjadi, camat dan lurah harus tahu, termasuk jarum jatuh sekali pun. Saya tidak mau kondisi seperti ini ditemukan lagi!” tegasnya. (van)

Loading...
author