Bah! Ditanya Wartawan, Kabag Umum RSU dr Djoelham Binjai Naik Pitam?

Teks Foto:Arfan (kemeja putih biru) saat berbincang dengan Ketua Komisi B DPRD Binjai, Jonita Agina Bangun (kemeja pink).

Teks Foto:Arfan (kemeja putih biru) saat berbincang dengan Ketua Komisi B DPRD Binjai, Jonita Agina Bangun (kemeja pink).

M24.CO|BINJAI

Kabag Umum Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djoelham Binjai, Arfan, mendadak naik pitam saat diwawancarai oleh wartawan, Jumat (11/11/2016) sekitar pukul 11.40 WIB.

Sikap emosional Arfan itu berawal saat Ketua Komisi B DPRD Binjai, Jonita Agina Bangun dan anggotanya Irhamsyah Putra Pohan, kembali memantau rumah sakit berplat merah tersebut pasca melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kemarin.

Lantas, Jonita dan Irhamsyah bertemu dengan Arfan di kantin rumah sakit sembari membahas persoalan yang ada. Perbincangan berlangsung santai dan Arfan memaparkan apa yang diketahui tentang bidangnya.

Dari pengakuan Arfan, anggaran untuk perawatan sarana dan prasarana RSU dr Djoelham terbilang minim, hanya sekitar Rp300 juta pertahun. “Anggaran itu untuk perawatan ambulance, plavon, dan tidak termasuk alat kesehatan,” kata Arfan.

Setelah berbincang, seorang wartawan dari media online mengkonfirmasi kepada Arfan terkait anggaran perawatan tahun 2015. Baik untuk anggaran perawatan komputer, AC, hingga pelayanan kesehatan jiwa dan sejumlah sarana yang menjadi bidangnya.

Menanggapi hal itu, Arfan langsung naik pitam. Menurutnya, yang dibahas saat ini tahun 2016 bukan tahun 2015. “Itu tahun 2015, yang kita bahas tahun 2016. Kalian kok kayak gitu, suka kali menaikkan berita tanpa konfirmasi,” ucapnya mulai tinggi.

Mendapat jawaban itu, wartawan online tadi menegaskan kalau ia sedang konfirmasi dan belum ada menerbitkan berita tersebut. “Saya konfirmasi pak, kalau wartawan lain yang menerbitkan tanpa konfirmasi saya tidak tahu itu,” jawab wartawan online tersebut.

Selanjutnya Arfan semakin naik pitam dan terlihat gemetar seakan sangat emosi. “Kaya dewa pulak kelen, bukan hebat kali kelen kayak dewa. Kelen kayaknya nengok kami kayak daging, bukanya ada kali makan uang itu,” kata Arfan dengan nada tinggi sambil mengambil air mineral dingin dan meminumnya.

Melihat kondisi itu Ketua Komisi B, Jonita Agina Bangun memilih meninjau instalasi gizi atau dapur umum untuk makan pasien. Sementara, Arfan memilih untuk tetap di kantin.

Di dapur umum, kondisi sudah tampak lebih baik dari sebelumnya. Dimana ruangan sudah bersih dan pekerjanya sudah menggunakan sarung tangan serta penutup kepala.

“Kalau seperti ini saya senang. Teruskan seperti ini, jangan tunggu disidak baru dipakai,” harap Jonita sembari meninggalkan rumah sakit. (dan)

Loading...
author