Bahaya! Gunung Lubuk Raya Mulai ‘Gundul’, Siap-siap Banjir dan Longsor Menerjang

banjirM24.CO|TAPSEL

Musim hujan saat ini bisa menimbulkan bencana banjir  melanda Tapanuli Selatan, tidak hanya disebabkan tingginya curah hujan saat ini . Tapi faktor kerusakan hutan di kawasan kaki gunung Lubuk Raya atau lokasi Aek Sabaon yang merupakan  tangkapan air wilayah hulu Sungai Batang Ayumi, telah diidentifikasi  penyebab utama sering terjadinya bencana banjir di daerah ini kelak akibat banyaknya gunung yang di gundul dan di babat habis

“Kerusakan hutan di kawasan tangkapan air tersebut juga menyebabkan meningkatnya pendangkalan Sungai Batangayumi  dan beberapa sungai di didaerah tersebut, hal itu di katakan pemerhati lingkungan Hidup Tabagsel  Rahmat Nasution kepada M24.CO,Rabu (16/11) di kantornya dijalan imam Bonjol kota Padang Sidempuan

Menurut Rahmat , kerusakan hutan di wilayah hulu Sungai Batangayumi  mulai dari Kabupaten tapsel,marancar,sibio bio Hingga kota Padang Sidempuan bisa jadi lokasi  banjir  terparah nanti ,apabila penebangan dan kerusakan Hutan terus dibiarkan dikawasan Aek sabaon

Tidak menutup kemungkinan Baniir bandang  di daerah itu bisa  saja terjadi  kalau pemerintah dan instansi terkait tidak melakukan langkah langkah konkrit yang berujung pada pembiaran ,maka kita mendesak pihak menteri kehutanan dan pemerintah pusat segera turun ke kawasan tersebut untuk memindah para pengusaha itu

“Kerusakan hutan juga menyebabkan sungai mengalami sedimentasi. Sedimentasi menyebabkan daya tampung sungai semakin berkurang, sehingga sungai sering meluap dan menyebabkan banjir,” ujar Rahmat

Rahmat  mengatakan, kerusakan lingkungan, khususnya kerusakan hutan di Tapsel disebabkan pembalakan liar yang terjadi selama ini. Kemudian kerusakan hutan juga banyak terjadi akibat kebakaran hutan, alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit, pertambangan batu bara dan penambangan emas liar.

“Kerusakan hutan tersebut banyak terjadi di wilayah hulu Sungai Batangayumi , yakni Kabupaten Tapsel  dan beberapa kabupaten lain yang dilalui Sungai Batang Ayumi . Pihak yang melakukan perusakan hutan tersebut, yaitu pengusaha, pembalak liar dan penambang liar,” paparnya.

Dijelaskan, kerusakan hutan yang terjadi di Tabagsel sudah zona berbahaya, apabila tidak segera ditangani, siap-siaplah  mengalami banjir dan longsor yang dahsyat, Sebagian besar kerusakan hutan tersebut berada di kawasan resapan air daerah aliran sungai (DAS) Batangayumi mulai dikawasan Aek sabaon.

“Sekitar danau Siais dan Batang Toru,  mulai dari kawasan hulu, Kabupaten Tapsel  hingga  Kabupaten Madina,” imbuhnya(sabar)

Loading...
author