Bupati JR Berharap, 2 Desember Warganya Tidak ke Jakarta

jrM24.CO | SIMALUNGUN
Rencana aksi damai yang bertajuk “Aksi Bela Islam III” pada 2 Desember 2016 (aksi 212) yang dipusatkan di Jakarta, ternyata membawa dampak ke beberapa daerah lain di Indonesia. Salah satunya adalah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Bupati Simalungun DR JR. Saragih dalam keterangannya kepada para awak media seusai penyelenggaraan upacara “Apel Kebangsaan” yang di gagas oleh TNI di lapangan kantor Bupati Simalungun, (30/11/2016), menyampaikan himbauan agar warganya tidak perlu ikut-ikutan dan berbondong-bondong datang ke Jakarta, untuk mengikuti aksi damai tersebut.

Bupati justru mengajak warganya untuk tetap bekerja dan menjalankan rutinitas masing-masing seperti biasanya. Serta menjaga agar Simalungun tetap kondusif.

“Harapan saya, tidak ada satu pun warga Simalungun yang berangkat untuk menuju Jakarta. Mari kita berdo’a agar bangsa Indonesia kembali menjadi rukun, tidak ada satu pun orang yang memecah belah kerukunan dan keutuhan bangsa yang kita cintai ini,” ujar Bupati kepada warganya.

H. Zulkarnain Nasution dari Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Simalungun dalam apel kebangsaan itu mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Kerukunan Beragama menjadi salah satu penopang utama dari NKRI.

Ditegaskan pula oleh Zulkarnain Nasution, Pancasila selain menjadi salah satu pilar kebangsaan pun menjadi falsafah Agama di Indonesia. “Sila Pertama dari Pancasila mengatakan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, Sila Pertama dari Pancasila adalah keutuhan yang menyatukan keberagaman umat beragama,” ujarnya.

Untuk itu, Zulkarnain Nasution menghimbau agar masyarakat tetap menjaga keutuhan serta kesatuan bangsa yang beragam dengan cara menjaga kerukunan dan saling menghormatinya.(maris)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.