Camat & Lurah Medan Baru Dianggap Tak Perhatikan Wilayahnya

125

M24.CO|MEDAN
Wali Kota yang tiba di lokasi pengorekan di Jl Abdullah Lubis tampak kesal. Wajah Eldin tampak memerah, sebab pemicu terjadinya banjir akibat kurangnya pengawasan dari camat maupun lurah. Lemahnya pengawasan itu menyebabkan warga yang menjadi korban, sebab rumah mereka kebanjiran.

“Jika camat dan lurah bertanggungjawab penuh dengan wilayah kerjanya, saya rasa hal ini tidak akan terjadi. Bayangkan saja camat dan lurah tidak tahu jika ada warga yang menimbun parit serta membeton titi sehingga parit tersumbat. Sudah itu membiarkan warga menutup parit untuk tempat berdirinya warung. Saya benar-benar sangat kecewa,” kata Eldin dengan wajah memerah.

Apalagi Eldin pun mendapat laporan baik camat, lurah pun maupun kepala lingkungan tak pernah menggelar gotong royong di kawasan tersebut. Padahal warga telah berulangkali mengeluhkan bajir yang mereka alami tersebut. “Saya tidak ingin melihat hal seperti ini terjadi lagi. Jadi camat dan lurah harus bisa menterjemahkannya!” pungkasnya.

Setelah dilakukan pengorekan parit mulai sejak pagi sampai siang hari, air parit yang semula tergenang kini telah surut karena sudah mengalir lancar menuju Sungai Putih. Untuk itu Ekldin berpesan kepada camat dan lurah agar mengawasi terus parit yang telah dikorek tersebut. “Minimal seminggu sekali melakukan gotong royong dengan melibatkan masyarakat. Saya juga berharap agar warga tidak membuang sampah dalam parit lagi,” pesannya.

Sementara itu Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, seluruh jajarannya saat ini siaga penuh untuk mengatasi musim penghujan disertai cuaca ekstrim. Begitu menerima laporan dari camat untuk meminta bantuan tenaga maupun alat berat, Syahnan langsung menindaklanjutinya. “Pokok kita siap untuk membantu, terutama dalam mengatasi persoalan banjir. Begitu menerim laporan, kita akan turunkan petugas maupun alat berat yang dibutuhkan,” jelas Syahnan. (red)

Loading...