Cerita Dibalik Terlantarnya Jembatan Mini Idano Soyo

jembatannM24.COINIAS BARAT

Proyek pembangunan sebuah jembatan mini di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, bisa dikatakan tidak bermanfaat bagi warga setempat.Selain tidak bermanfaat bagi warga, diduga proses pengerjaan pembangunan jembatan dilakukan secara asal jadi, tanpa memperhatikan kualitas bangunan.

Sebagaimana hasil penelusuran metro24.Co dari berbagai sumber, nonmenklatur pembangunan jembatan bernilai ratusan juta tersebut diduga juga tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya.Dugaan dimaksud dapat dibuktikan langsung terhadap letak atau posisi bangunan jembatan yang tidak selaras dengan badan (Aliran Arus) sungai Idano Soyo.

Saat ditemui pada Kamis,  (24/11/2016), Hasatulo Daeli, seorang warga, mengatakan bahwa sejak dibangun pada tahun 2015 lalu, jembatan yang terletak Desa Fadoro tersebut sama sekali tidak berfungsi. “Bagaiamana mau berfungsi bang, letak jembatannya aja berbeda dengan aliran air sungai, wajar kalau musim penghujan datang daerah ini banjir,” ucap Hasatulo kepada metro24.Co.

Menurutnya, warga setempat pernah menyurati  Pemkab Nias Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum terkait letak pembangunan jembatan, namun tidak digubris hingga pekerjaan selesai dilakukan.”Pembangunan jembatan ini satu paket dengan pengaspalan jalan, dan biayanya mencapai 1 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Nias Barat TA 2015, tutup Hasatulo”.

Sementara itu, meski metro24.Co sudah berupaya untuk konfirmasi langsung terhadap Kadis PU dan PPK terkait proyek pembangunan jembatan, keduanya tidak berada di kantor. (Besokhi Hia)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.