Dana Studi Banding Technopark Sidimpuan Diduga Merk Up

Teks Foto:PEMERHATI PENDIDIKAN DAN PRAMUKA KOTA PADANGSIDIMPUAN NASRUDDIN NASUTION.

Teks Foto:Pemerhati Pendidikan dan Pramuka Kota Padangsidimpuan, Nasruddin Nasution.

M24.CO|SIDIMPUAN

Banyaknya alokasi dana yang tidak tepat sasaran di Dinas Pendidikan Kota PadangSidimpuan menuai respon dari kalangan masyarakat.

Peruntukan anggaran yang mencapai miliaran rupiah semestinya di peruntukkan buat peningkatan kualitas dan penyediaan sarana dan prasarana penunjang proses belajar dan mengajar. Bagian Program di Dinas Pendidikan serta anggota DPRD yang membidangi pendidikan seharusnya mendahulukan hal yang prioritas.

Sehingga cita-cita mulia untuk mencerdaskan anak bangsa bisa terwujut. Demikian tanggapan mantan Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Muhammad Ihsan Harahap tentang alokasi dana pendidikan yang ada di kota Padangsidimpuan.

Salah satu Item yang di lihatnya yakni Dana Studi Banding Technopark yang dianggarkan sebesar Rp.300 juta.

Ihsan mempertanyakan urgensi dan kajian kelayakan dana Studi Banding Technopark yang di tempatkan di dinas pendidikan.

“Studi banding pada hakikatnya sebuah proses pengakuan tentang kelebihan orang atau pihak lain, dan menjadikan kelebihan itu sebagai bahan pembelajaran. Intinya adalah untuk membandingkan kondisi obyek studi di tempat lain dengan kondisi yang ada di tempat sendiri” ujarnya

Lebih jauh di jelaskannya bahwa studi banding sebenarkan mempunyai makna sebagai pengakuan terhadap kemungkinan adanya kelemahan dan kekurangan diri.

Mengakui dan mengapresiai kelebihan dan kebaikan orang atau pihak lain serta adanya keinginan yang kuat untuk memperhaiki kelemahan dan kekurangan diri agar menjadi lebih baik disertai niat untuk meningkatkan kinerja.

Mengenai kegiatan studi banding Technopark yang dititipkan oknum anggota DPRD ke dinas pendidikan ia mengatakan semuanya sah sah saja, namun harus punya kajian, prioritas dan kebutuhan serta manfaatnya.

Sementara itu Pemerhati pendidikan Dan Pramuka kota Padangsidimpuan, Nasruddin Nasution ketika di minta tanggapannya oleh M24.CO tentang Dana Studi Banding Technopark yang dianggarkan sebesar Rp.300 juta mengatakan bahwa untuk saat ini hal tersebut tidak tepat.

Dikatakannya baru-baru ini Presiden Joko Widodo telah meminta agar alokasi dana pendidikan betul-betul digunakan secara efektif serta efesien dan tepat sasaran untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.

“Saya berharap kepada anggota DPRD khususnya dari Partai pengusung Presiden Joko Widodo agar ikut mensukseskan program pemerintah, bukan sebaliknya berlawanan dari apa yang di prioritaskan pemeritah” tandasnya.

Sementara aktivis kota Padangsidimpuan Ali Amri Hasibuan menyoroti permasalahan kasus korupsi di daerah ini meminta pihak penegak hukum di kota Padangsidimpuan dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan untuk mengungkap kasus yang kami duga telah difiktifkan dengan Modus membuat nota perjalan dinas Studi Banding Technopark.

“Ini wajar kami curagai karena tidak bisa dipertanggung jawabkan dana perjalanan dinasnya kami meminta penyidik segara melakukan pemanggilan terhadap pembuat komitmen kebijakan,” imbuhnya(Sabar)

Loading...
author