Ditanya Soal Galian C, Kades Pasar VI Kwala Mencirim ‘Buang Badan’

221
[Ilustrasi: winsyah]

[Ilustrasi: winsyah]
[Ilustrasi: winsyah]
M24.CO|LANGKAT

Soal program konservasi yang dilakukan terkesan mendapat ganjalan dari beberapa pihak, Kelompok Koservasi Kukam Hijau (K3H) Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat meminta Kepala Desa (Kades) untuk mengakui keberadaan kelompok konservasi di tengah masyarakat desa.

Sementara itu, Kades Pasar VI Kwala Mencirim, Waris Suriadi yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa lahan mereka dirusak oleh oknum suruhan pihak galian C. Waris juga mengatakan bahwa dirinya juga baru mengetahui akan hal tersebut saat dilakukannya pertemuan antara kelompok koservasi dengan dirinya.

“Soal itu saya tidak tau bagaimana kejadiannya, dan saya baru mengetahui hal ini saat mereka menemui saya tadi,” jelas Waris kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).

Kemudian, soal keberadaan kelompok K3H yang merasa tidak mendapat pengakuan darinya, Waris pun mengatakan bahwa dirinya belum mengesahkan pembentukan kelompok konservasi tersebut karena ia merasa bahwa kelompok tersebut merupakan bentukan dari mantan Kades sebelumnya (Burhan-red).

Bahkan dikatakan Waris, setelah kelompok tersebut disahkan dan mendapatkan izin untuk pemanfaatan lahan, ditakutkannya lahan tersebut nantinya hanya dikuasai oleh satu orang pihak, yakni Burhan yang membentuk kelompok konservasi tersebut.

“Soal itu, bukan saya gak mau mengesahkannya. Tapi yang saya takuti nantinya lahan ini akan dikuasai oleh satu orang, yakni Burhan. Dan mereka (K3H) hanya menjadi kaki tangan dari si Burhan ini saja. Makanya hal itu saya diamkan dulu, karena saya tau sebenarnya ini arahnya mau kemana. Bukan saya tidak tau siapa dalang dibelakang ini semua,” terang Waris yang ditemui di Kantor Desa Pasar VI Kwala Mencirim.

Oleh karenanya, tambah Waris, dirinya ingin melihat perkembangan kedepannya dari kelompok konservasi tersebut. Sebab, sebagai Kepala Desa, dirinya tidak mau ada aset desa yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi seseorang saja. Karena, jelasnya lagi, pada masa kepemimpinan Burhan sebagai Kades di Desa Pasar IV Kwala Mencirim, tidak pernah ada satupun kelompok tani di Desa Pasar VI Kwala Mencirim. Namun di penghujung masa jabatannya, tiba-tiba Burhan membentuk kelompok konservasi.

“Nah, inikan tentu menimbulkan pertanyaan bagi saya sendiri, ada apa ini sebenarnya? Makanya itu, saya tidak serta merta langsung mengesahkan keberadaan kelompok ini,” tegasnya.

Selain itu, terkait soal keinginan kelompok konservasi yang meminta dirinya untuk memfasilitasi pertemuan dengan beberapa pihak terkait untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan tersebut, Waris pun mengatakan bahwa dirinya siap untuk melakukan hal tersebut.

“Untuk hal itu, saya siap melakukannya. Dan itu pasti akan segera kita lakukan,” sebut Waris.

Ditanyakan lagi padanya kapan hal tersebut akan dilakukan, apakah mungkin dalam minggu ini dilakukan? Waris pun hanya menjawab secara politis bahwa hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Mungkin dalam waktu dekat inilah akan kita lakukan,” tambahnya.[rel/winsah]

Loading...