Langkat | Meski belum pernah memakan korban jiwa. Namun, kondisi titi gantung yang menghubungkan antara Desa Dangala Naman dengan Desa Ladang Bambu, di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, kondisinya sangat sangat memprihatinkan.

Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang berada di antara desa tersebut sangat berharap agar titi gantung yang menjadi penghubung antar desa mereka segera di perbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Langkat.

Namun sepertinya harapan itu belum bisa terealisasikan hingga saat ini. Faktanya, Pemkab Langkat terkesan tak peduli dengan kondisi jembatan yang menjadi ‘nyawa’ warga di sana.

Sebabnya, sudah cukup banyak warga yang terperosok ke Titi gantung yang lantainya banyak yang tidak utuh lagi. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga sekitar yang bernama Ngatimin (57). Dirinya sering sekali mendengar ada warga yang terperosok karena papan lantai Titi gantung yang sering patah karena termakan usia.

“Sering kali warga terperosok bahkan sampai tercebur ke sungai. Kalau sekarang ini lantai Titi gantung ini termasuk kategori cantik, karena warga sekitar banyak menambal lantai Titi ini pakai sempengan kayu kelapa. Intinya selama ini perbaikan Titi gantung ini dari Swadaya masyarakat,” bebernya, Kamis (26/1/2016).

“Apalagi kalau malam hari, sering kali kami mendengar suara orang minta tolong. Setelah kami datangi ternyata warga beserta kereta (sepeda motor) nya terperosok ke pinggir sungai,” sambung Ngatimin, yang mengaku rumahnya tidak jauh dari Titi gantung tersebut.

Senada dengan Ngatimin. Laura (30) yang merupakan warga sekitar, terpaksa harus hati hati saat dirinya harus mengantar atau menjemput anaknya yang yang sekolah.

“Mau gimana lagi bang, dari sini memang jalan yang paling cepat menuju sekolah anak saya, memang ada jalan alternatif lain, tapi kita harus berputar dan jaraknya lebih jauh,” katanya.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Langkat tidak tutup mata dan segera memperbaiki Titi gantung tersebut. Tidak hanya warga sekitar yang resah akan kondisi Titi gantung tersebut, bahkan Kapolsek Kuala AKP Muliono, juga berharap agar Titi gantung itu segera di perbaiki.

“Selama saya menjabat disini sekitar 8 bulan, memang belum ada laporan dari warga. Namun saya sendiri sangat prihatin dengan keadaan Titi gantung itu, apalagi saya pernah melewati Titi gantung itu dengan menaiki sepeda. Sangat sangat memprihatinkan,” beber Kapolsek Kuala saat di temui.

Tidak hanya lantai Titi gantung yang berlubang, bantalan besi yang berfungsi sebagai penyangga papan lantai juga ada yang patah, bahkan dinding pengaman juga banyak yang lepas dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang ingin melintasinya. (bambang)

Loading...