Gubsu : Bangun SDM Sumut yang Religius

128

M24.CO|MEDAN

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menjelaskan, Pemerintah Provinsi terus memberi dukungan kepada MUI untuk bisa melakukan pembinaan berkesinambungan terhadap masyarakat agar kembali ke jalan yang benar.

“Melalui MUI dan Kemenag, saya berharap bisa satukan visi dan pandangan, apa yang bisa dilakukan dalam derap langkah yang sama, terpenting membangun SDM Sumut yang relijius,” ujar Gubsu Erry Nuradi dalam muzakarah digelar Majelis Ulama Islam (MUI) Sumut menyambut Tahun Baru Islam 1483 Hijriah di gedung MUI Sumut, Minggu (2/10/2016).

Gubsu menambahkan, dukungan yang diberikan kepada MUI Sumut dalam perannya menjadikan umat yang religi dengan berbagai pembinaan, Pemprovsu menyediakan dana kurang lebih Rp2 miliar.

“Maka untuk MUI Kabupaten/Kota yang dananya belum sepenuhnya tertampung di APBD, perlu menyampaikan laporan ke provinsi agar pengadaan dana dapat lebih dimaksimalkan lagi,”katanya.

Dalam kesempatan itu Erry Nuradi juga mengajak umat Islam Sumaera Utara untuk menjadikan momentum tahun baru 1438 Hijriah sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, sebagai modal dasar menata kehidupan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Gubernur saat dalam Hadir, Ketua MUI Sumut Prof Abdulah Syah MA dan Sekretaris Dr Ardiansyah, mewakili Kakanwil Kemenagsu, Ketua MUI Kota Medan, Prof Mohd Hatta, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sumut, DR Maratua Simajuntak, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Sumut Drs H Ahmad Husein, Ketua Forum Komunikasi Muslimah Indonesia, Hj Revita Lubis, Ketua Muslimat Al Washliyah Sumut Hj Nurliati Ahmad MA perwakilan MUI Kabupaten/Kota, kelompok pengajian dan undangan lainnya.

“Menyambut tahun baru adalah bagaimana kita melakukan muhasabah. Selagi kita diberi amanah dan kesempatan hidup di alam dunia, sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, mari saling menasehati, mari berbuat kebajikan,” ujar Gubernur.

Dia juga mengajak semua pihak menjadikan momentum tahun baru hijriah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perbuat amal soleh, sebagai implementasi dari ketakwaan. Karena, iman dan Ketakwaan menurut Gubsu tidak diukur dalam ritual ibadah saja, namun juga harus terwujud pada kesalehan sosial yaitu melalui aktvitas di masyarakat.

Dalam kesempatan itu ia mengajak semua pihak bisa bersama saling bahu membahu, agar terus bisa menjadi orang yang bermanfaat dan berguna, bagi lingkungan, terlebih bagi daerah yang kita cintai.(winsah)

Loading...