Gubsu Optimis MRT ‘Tangkal’ Kemacatan Medan-Binjai-DS-Karo

mebidangro1

M24.CO|MEDAN

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menilai pembangunan transportasi massal seperti MRT atau angkutan cepat terpadu sudah menjadi kebutuhan bagi pengembangan Sumatera Utara khususnya di kawasan perkotaan Medan Binjai Delisredang dan Karo (Mebidangro) saat ini. Menurutnya, jika tidak dikembangkan saat ini, maka akan dikhawatirkan sepuluh tahun ke depan kondisi kemacetan Mebidangro akan seperti Jakarta sekarang.

Hal itu dikatakan Gubsu Erry di hadapan para direktur pada direktorat Jenderal Binamarga PU-PR dan Kepala Besar dan Kepala Balai Jalan Nasional seluruh Indonesia pada acara Silahturahmi dan Jamuan Makan Peserta Indotrec 2016 ke-3 di Gubernuran, Selasa (22/11).

Hadir dalam kesempatan itu Dirjen Binamarga Kementerian PU PR DR Ir Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc, Kepala Badan Litbang Kementerian PU PR DR Ir Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng, Sc, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II (BBPJN) Ir Paul Ames Halomoan, M.Sc, Ketua HPJI Pusat Ir Hedianto W Husaini, m.Sc, Ketua HPJI Sumut Ir Umar Hasibuan, MM.

“Mebidangro termasuk Kawasan Strategis Nasional, karenanmya kami berharap Mebidangro bisa diadakan satu proyek nasioal seperti MRT di Jakarta,”kata Gubsu.

Gubsu mengatakan Sumatera Utara sudah sepantasnya dilakukan pengembangan Mass Rapid Transit (MRT) khususnya di Mebidangro yang termasuk sebagai Kawasan Strategis Nasional. Sumatera Utara, kata Gubsu, adalah provinsi terbesar di luar pulau Jawa dan provinsi dengan jumlah penduduk ke empat terbesar setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Di empat kabupaten yang masuk dalam kawasan Mebidangro tersebut, kata Gubsu, memiliki penduduk yang mencapai 40% dari jumlah penduduk Sumut yang mencapai 14 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa, tentu sangat dibutuhkan transportasi masal. kami yakin kalau proyek pembangunaan MRT dilaksanakan, maka akan menguntungkan pengembang , karena jumlah penduduknya cukup padat, dan tentu juga masyarakat akan lebih senang gunakan tranport lebih mudah, lancar dan murah, ” jelasnya.

Dikatakan Gubsu, pembangunan MRT di Jakarta saat ini sudah sangat terlambat, mestinya pembangunannya sejak 10 tahun lalu. “Karena Medan 10 tahun lagi,  kemacetannya nanti sudah seperti Jakarta sekarang. Tentunya investasi MRT di Mebidangro saat ini sangat baik sekali,” kata Erry. Dia menamnbahkan dengan jumlah penduduk yang besar seperti Sumut, yang sangat penting adalah penyediaan infrastruktur di bidang transportasi. Dengan jumlah penduduk yang besar, apabila tranportasi tidak baik, maka akan sulit berkembang.

Saat ini dikatakan Gubsu, panjang jalan nasional di Sumut termasuk yang terpanjang di Indonesa levbih kurang 2.680 km. Sementara jalan provinsi dengan panjang yang hampir sama dengan kondisi kemantapan 80%. Pihaknya menargetkan pada 2018, kondisi jalan mantap provinsi mendapai 90%.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry mengungkapkan terimakasih atas perhatian pusat kepada pemerintah Sumatera Utara melalui berbagai proyek strategsi diantaranya Pengembangan kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba, Kawasan ekonomi Khusu Sei Mangkei dan kawasan industri dan pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Strategi Mebidangro.(winsah)

Loading...
author