Gubsu Raih Penghargaan ‘Appreciation Award 2017’

72


MEDAN|Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menerima penghargaan ‘Appreciation Award 2017’ dari Harian Waspada dalam acara Penganugerahan Tokoh-tokoh Waspada dalam rangka HUT ke-70 Harian Waspada di Hotel Aryaduta Medan.

Penghargaan khusus ini diberikan Pimpinan Umum Harian Waspada dr Rayati Syafrin sebagai bentuk partisipasi berkesinambungan Tengku Erry Nuradi sejak menjabat Bupati Serdang Bedagai, Wakil Gubsu hingga saat ini menjabat Gubsu bersama Harian Waspada.

Dalam sambutannya, Erry menyampaikan apresiasi atas penganugerahan ‘Appreciation Award 2017’ Harian Waspada ini. Menurutnya, ini merupakan penghargaan strategis. “Saya pernah menerima penghargaan Tokoh Waspada pada tahun-tahun sebelumnya. Saya menanggapi anugerah ini sebagai bentuk penghargaan terhadap langkah-langkah, pemikiran, prakarsa dan tindakan yang telah dilakukan selama ini sebagai anak bangsa dalam memajukan kesejahteraan hidup masyarakat Sumut,” tutur Erry.

Erry juga mengapresiasi terhadap para penerus perjuangan Waspada saat ini yang dengan semangat, motivasi, dan dedikasi yang tinggi tetap komit menjaga eksistensi dan garis perjuangan Waspada hingga hari ini. “Semangat ini jugalah yang saya yakini mengalir dari Almarhum H. Mohammad Said dan Almarhumah Hj. Ani Idrus yang diakui secara luas besar sumbangannya kepada bangsa dan negara,” imbuh suami Evi Diana Sitorus ini.

Menurut Gubsu Erry, Pendiri Waspada merupakan kedua tokoh yang menakhodai Harian Waspada sejak berdiri ini telah dengan konsisten mengumandangkan suara nasionalisme dan republiken di tengah-tengah kependudukan pemerintah kolonial. “Selain menghadapi intrik politik penjajahan, Harian Waspada sebagai surat kabar nasional juga pernah mengalami berbagai kepahitan dalam perjuangannya. Tapi kini sampai juga di usianya yang ke-70, saya kira ini merupakan hal yang luar biasa,” tandas Erry lagi.

Erry melihat nilai luar biasa ini tetap terpatri utuh di dada para pengelola dan seluruh keluarga besar Harian Waspada hingga hari ini, termasuk para wartawannya di lapangan yang dengan bangga dan konsisten mengibarkan semangat nasionalisme dan republiken tersebut, dengan sikap teguh, tetap menjaga keberpihakan kepada kebenaran, kejujuran dan kearifan. “Hanya dengan sikap tersebutlah, kita harapkan Harian Waspada tetap hidup sepanjang massa,” tutur Erry.

Sebelum menyerahkan tokoh khusus untuk Gubsu HT Erry Nuradi, Harian Waspada juga memberikan penghargaan rutin setiap tahunnya untuk 11 tokoh yakni anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu, tokoh pemuda Musa Rajeck Shah, anggota DPD RI Parlindungan Purba, mantan Direktur PTPN III Amri Siregar, Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, pimpinan Ponpes Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan Abuya Syech H Amran Waly Al-Khalidy, Kadis Pendidikan Aceh Hasanuddin Darjo, Bupati Nagan Raya HT Zulkarnaini, Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih,
Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dan Kepala Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Hidayati.

Begitu juga dengan penulis Harian Waspada juga mendapat penghargaan diantaranya Prof Usman Pelly, Prof Bachtiar Hasan Miraza, Prof HM Ridwan Lubis, Prof Syahrin Harahap, dr Arifin Sakti Siregar, SA Siregar, Dr Achyar Zein, Dr Azhari Akmal Tarigan, Dr Warjio, Dr Budi Agustono, Dr Cakra Arbas, Tgk H Ameer Hamzah, Muhammad Nasir, Abdul Rahim Harahap, Sugeng Satya Dharma serta Fadmin Prihatin Malau.

Mewakili direksi yakni Wapemred Harian Waspada Teruna Jasa Said dalam sambutannya mengatakan, perjalanan 7 dasawarsa Harian Waspada merupakan sebuah perjalanan yang panjang penuh dinamika yang tentunya diisi suka dan duka dan pasang surut dengan berbagai tantangan yang datang silih berganti.

Saat ini Harian Waspada sebagaimana media cetak pada umumnya di seluruh dunia dihadapkan dengan tantangan perkembangan teknologi digital yang masif. “Apa yang membuat kita bertahan sampai detik ini tidak lain karena kesadaran akan tugas kolektif kita. Kesadaran ini memerlukan koordinasi yang kuat antara satu bagian dengan bagian yang lain, baik secara internal maupun eksternal,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa kerjasama yang baik tidak mungkin kita bisa mempertahankan eksistensi kita. “Secara internal, pihak yang berjasa terhadap perjalanan Waspada ini adalah tidak lain para karyawan, jajaran redaksi, percetakan, pemasaran sampai anak koran. Sedangkan secara eksternal yang menjalin kerjasama selama ini yakni pembaca setia Waspada, yang menjadi nafas perjalanan Waspada,” tambahnya.[winsah]

Loading...