Gubsu: Sumut Kondusif Agenda Pembangunan Berjalan

doa-bersama-umat-buddha-nusantara-3

M24.CO|MEDAN

Acara donor darah dan doa bersama umat Buddha Nusantara bertajuk Untuk Negeriku Indonesia di Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Jumat (18/9). Acara pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. 

Acara ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Hari pertama, Jum’at, 18 November 2016, berlangsung pembukaan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin serta pelepasan satwa untuk kebebasan Indonesia.

Gubsu HT Erry Nuradi juga mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan untuk terus ditumbuhkembangkan agar bangsa Indonesia khususnya Sumatera Utara tetap dalam kondisi aman, damai dan kondusif sehingga agenda pembangunan dapat berjalan.

“Semua umat beragama yang ada dapat melakukan kegiatan seperti ini guna mendorong  masyarakat yang adil, yang sejahtera dalam harmonisasi keberagaman. Khususnya masyarakat Sumatera Utara,” ujar Erry.

Erry juga mengajak kepada semua pihak baik pemerintah, penegak hukum, pemuka agama  maupun masyarakat Sumatera Utara untuk dapat berupaya meminimalisir perubahan-perubahan perilaku masyarakat yang kurang baik khususnya masyrakat di Provinsi Sumatera akibat arus globalisasi yang terjadi di derasnya informasi dan pengaruh-pengaruh dari negara lain.

Menurut Gubsu Erry, doa merupakan media yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memohon agar bangsa Indonesia khususnya Sumatera Utara tetap dalam perlindunganNya, masyarakatnya dapat hidup dengan rukun, damai dan saling menghormati sebagaimana prasyarat terwujudnya kepentingan nasional.

‘’Bagaimanapun beratnya tantangan yang dihadapi mudah-mudahan dapat diselesaikan,’’ tutur Erry.

Tak lupa, Gubsu Erry juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sumatera agar menjadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa tetapi juga sebagai sarana kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk merenung sejenak dan introspeksi diri atas segala hal telah kita lakukan dalam membangun Sumut.

“Marilah kita merenung sejenak, apakah kita sudah berbuat maksimal untuk kemajuan Sumatera Utara. Jika belum, inilah saatnya bagi kita untuk segera bangkit meningkatkan peran aktif dan bergerak bersama membangun dan memajukan Provinsi Sumut yang kita cintai ini,” cetus Erry.(winsah)

Loading...
author