Gubsu Tegaskan Perawat di Sumut Harus Siap Hadapi MEA

img_20161202_025341

M24.CO|MEDAN

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi berharap agar perawat di Sumut mumpuni (melaksanakan tugas dengan baik, menguasai keahlian, kecakapan serta ketrampilan) sebagai pengemban tugas yang mulia yakni dalam hal memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.

Perawat juga diharap meningkatkan standarisasi dalam hal pelayanan kesehatan. Apalagi saat ini tantangan bagi perawat semakin berat seiring dengan dibukanya keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Termasuk juga dengan etika perawat menurut Erry patut menjadi perhatian.

“Perlu kita ketahui bahwa saat ini perawat dari Philipina sedang belajar bahasa Indonesia. Itu artinya mereka bersiap untuk masuk ke Indonesia. Kalau hal ini tidak dibentengi dengan sumber daya perawat kita baik tentu ini akan menjadi ancaman bagi perawat yang tidak memiliki kompetensi,” sebut Gubsu Erry dalam sambutannya pada pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumut Periode 2016-2021 sekaligus Seminar Keperawatan Standar Bahasa Keperawatan NANDA, NOC dan NIC di Aula Martabe Lantai 2 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (1/12/2016).

Hadir Ketua DPP PPNI Harif Fadhillah, Staf Ahli Gubsu Aspan Sofyan Batubara, Plt Kadis Kesahatan Sumut Agustama, Ketua PPNI Sumut Mahsur Al Hazkiyani, direktur dan pimpinan rumah sakit negeri maupun swasta di Sumut serta undangan.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry juga mengatakan, dengan diberlakukannya MEA maka akan banyak perawat-perawat yang ada di Asean yang akan bekerja di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Sumatera Utara. Untuk itu perlu peningkatan standarisasi bagi perawat-perawat guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) perawat yang mampu bersaing dengan perawat-perawat dari negara Asean.

“Jangan sampai perawat Indonesia, khususnya perawat Sumut menjadi penonton di negeri sendiri,”ujar Erry seraya mengharapkan agar perawat di Sumut diakui bekerja di rumah sakit rumah sakit di luar negeri paling tidak di kawasan Asean.(winsah)

Loading...
author