Hebat! Ahok Tersangka ‘Bikin’ Bursa Saham Naik Signifikan

ahok-okeM24.CO|MEDAN

Kinerja IHSG pada perdagangan hari ini secara mengejutkan naik signifikan. Banyak masyarakat yang menghubung-hubungkan membaiknya kinerja indeks bursa saham dikarenakan telah dinaikkannya status Ahok menjadi tersangka. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.

“Jika dicermati, membaiknya kinerja indeks bursa saham global menjadi pendorong membaiknya kinerja indeks bursa saham kita,” katanya.

Dia menjelaskan sebelumnya EIDO yang menjadi gambaran kinerja IHSG sebelum dibuka juga menunjukan adanya tren kenaikan. Sehari sebelumnya EIDO menunjukan tren naik sebesar 1.6%. Yang menggambarkan adanya potensi rebound pada kinerja IHSG. Selanjutnya indeks saham juga mengalami kenaikan sebelum dibacakannya keputusan mengenai status Ahok.

“Sebelum keputusan di bacakan IHSG telah mengalami kenaikan sekitar 1.2%. Artinya sinyalemen naik pada IHSG lebih dipengaruhi oleh perkembangan terkini pada pasar keuangan global. Bukan sepenuhnya dikarenakan oleh ditetapkannya Ahok sebagai tersangka,” paprnya.

Namun demikian, dia meminta agar semua pihak menghormati keputusan Polri dalam menetapkan status Ahok tersebut. Dengan menghormati keputusan tersebut berarti kita semua menjaga agar iklim investasi tetap kondusif. Dan saya melihat respon dari Ahok juga tidak memicu keresahan. Beliau juga menghormati keputusan POLRI, dan ini tentunya kabar baik bagi pasar.

“Setelah keputusan mengenai status Ahok di bacakan. IHSG terus menanjak dan akhirnya ditutup naik 2.1% di level 5.185,465. IHSG naik 106.96 poin. Sementara itu, mata uang Rupiah meskipun terpantau menguat namun masih dalam rentang penguatan yang sangat terbatas. Rupiah masih mondar mandir dikisaran harga 13.350 per US Dolar menjelang sesi penutupan perdagangan,” ungkapnya.

Dia menambahkan kedepan pasar masih akan terus mencermati perkembangan politik di AS. Aksi demonstrasi yang masih berlangsung di AS sangat potensial memicu ketidakpercayaan pasar. Sementara itu, pelaku pasar juga masih akan menanti apakah Bank Sentral AS akan benar-benar menaikkan suku bunga acuannya bulan November atau Desember mendatang.

“Selanjutnya kita akan menanti kabinet yang akan dibentuk oleh Trump. Setelah itu selesai, maka selanjutnya kita akan berpacu dengan sentiment-sentimen ekonomi. Sejauh ini pasar keuangan kita masih sangat bergantung dengan volatilitas pasar keuangan global,” tambahnya.[winsah]

Loading...
author