Hilang 1 Malam, Markopolo Sidauruk Tewas Dengan Kepala Koyak

287
duda beranak dua ditemukan tewas dipinggiran kebun karet brigstone (metro24/adi barus)

M24.CO|SIMALUNGUN

Satu malam menghilang, Markopolo Sidauruk lantas ditemukan tewas di pinggir jalan lintas. Kepala koyak, luka lecet dan lebam akibat benda tumpul ditemukan di sekujur tubuh duda dua anak ini. Stres ditinggal sang istri.

Mulanya jasad pria yang ditemukan, Kamis (6/10) di KM 15 simpang Nagori Batu Silangit, Kec Tapian Dolok, Kab Simalungun, tidak dikenali identitasnya. Tetapi pihak kepolisian akhirnya mengetahui itu setelah pihak keluarga korban datang ke Polsek Serbelawan.

Dari sanalah diketahui kalau korban bernama Markopolo Sidauruk (40) tinggal di Jl Veteran Ebenezer, Ling III, Kel Sinaksak, Kec Tapian Dolok, Kab Simalungun.

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Sony Harsono melalui Kanit Laka Ipda J Silalahi mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Kerry, karyawan perkebunan karet Bridgestone. Kerry kemudian mengabari temuan itu kepada petugas Laka Lantas Polres Simalungun.

Personil kepolisian kemudian datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Dugaan sementara, Markopoli menjadi korban tabrak lari. Lalu jasadnya dibawa ke Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih Siantar guna keperluan visum. “Korban diduga tewas karena tabrak lari. Kita masih menyelidiki jenis kendaraan yang menabraknya,” bilangnya.

Ditemui di rumah sakit, Fransiskus Sidauruk, abang kandung Markopolo mengatakan bahwa adiknya hampir semalaman tak pulang ke rumah. Katanya, Markopolo permisi kepada orang tuanya sekitar pukul 11 pagi untuk mencari kayu di rambung.

Disaat matahari terbenam, Markopolo tidak kunjung pulang. Ini jelas bukan kebiasaan Markopolo. Beberapa keluarga mencari Markopolo ke tempat biasa ia bertandang.

“Kami cari-cari sampe ke Gang Kamboja di Beringin, tapi kata kawan-kawannya tak ada satu harian jumpa. Kami pun bingung sudah larut malam tak juga pulang,” ungkapnya.

Karena khawatir, lanjut Fransiskus, mereka melakukan pencarian sekitar pukul 1 dini hari. “Kami cari ke rambung-rambung naik empat kreta, tapi tak juga ketemu. Hingga akhirnya dapat kabar dia sudah meninggal,” terangnya.

Dari Fransiskus pula diketahui kalau korban telah bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu. “Dia punya dua orang anak yang masih kecil. Tapi agak depresi dia semenjak berpisah sama istrinya. Dari situlah dia tinggal sama orang tua kami,” bebernya sambil meneteskan air mata.

Disinggung atas nasib kedua anak Markopolo di kemudian hari, Fransiskus mengaku akan membicarakannya terlebih dulu sama keluarga yang lain. “Itu belum kami bahas, Nantilah kami berembuk dulu,” ucapnya.

Sementara Kepala Forensik dr Reinhard Hutahaean membeberkan, dari pemeriksaan visum ditemukan luka lecet dan luka koyak di kepala, lecet di dada, punggung dan perut kiri, kaki kanan dan kiri, tangan kiri dan memar di kaki kanan. “Itu semua disebabkan kekerasan tumpul,” ujar Reinhard. (metro24/adi barus)

Loading...