Indonesia Kini Jadi Negara Pencari Suaka

perahuM24.CO|MEDAN
Menjadi negara transit bagi para pencari suaka bukanlah hal menyenangkan bagi negara tersebut. Sebab akan banyak menerima berbagai perbedaan yang masuk semisal ideologi, kebudayaan sampai dengan prilaku-prilaku yang tidak terduga yang dilakukan oleh pencari suaka tersebut.

Salah satu contoh kasus, beberapa waktu lalu imigran asal negara Afganistan menikahi warga pribumi hingga memiliki seorang anak. Kemudian pria tersebut meninggalkan istri beserta anaknya tanpa kepastian yang jelas. Alhasil, keluarga yang ditinggalkan merasa telah tertipu oleh oknum tersebut.

“Ketika imigran menikah secara diam-diam dengan warga lokal dan memiliki seorang anak, kemudian imigran tersebut pergi begitu saja tanpa ada kabar yang jelas. Siapa yang harus bertanggunjawab atas hal ini,” tanya Kiki salah satu wartawan, saat International Organitation Migration (IOM) menggelar temu pers di lantai empat kantor Wali Kota di Jalan Kapten Maulana Lubis.

Menjawab pertanyaan tersebut, Direktur International Organitation Migration Indonesia, Mariam, mengaku bahwa tidak semua prilaku imigran buruk dan sebaliknya. Namun pihaknya tidak bertanggungjawab atas tindakan meninggalkan istri maupun anaknya yang dilakukan imigran tersebut.

Sementara itu, UNHCR melalui perwakilannya, Ardi Sofinar, juga berpendapat serupa dengan IOM. Namun pihaknya tetap menyampaikan pemahaman kepada pemerintah setempat apa yang tidak boleh dilakukan para imigran di negara transit maupun ketiga.

“Setiap orang berhak memili keluarga. Untuk jatuh cinta dan memiliki akses. Ada juga yang mengikut sertakan istrinya. Jadi, tidak semua imigran berprilaku buruk,” ucapnya seraya mengatakan kedepannya akan sering memberikan edukasi kepada mereka (imigran, red).

Masih di tempat yang sama, Imigrasi Polinia, Herdiyanto, menyebutkan awalnya Indonesia sebagai negara transit. Seiring berjalannya waktu, sekarang menjadi negara tujuan. “Karena mereka sudah merasa nyaman untuk tinggal di sini. Kita juga tetap melaksanakan pengawasan izin tinggal mereka,” sebutnya.

Menutup temu pers, Kepala Dinas Sosial dan Tenagakerja Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis, mengatakan bahwa Pemko Medan tidak memberikan bantuan apapun kepada para pengungsi atau imigran. Semua itu tanggungjawab UNHCR maupun IOM. (red)

Loading...
author
Not Cool, Not Handsome, Not Rich, Not Famous too... Just the Sinner's wanna try to be nice MAN