Ingin Bangun Teknopark, Walikota Binjai Minta Lahan Eks HGU PTPN II

239

as0a3915M24.CO | BINJAI – Pemerintah kota Binjai berencana membangun teknopark, kawasan Industri. Guna memuluskan rencana tersebut, Pemerintah kota Binjai meminta dukungan dari Direksi  PTPN II terkait keinginan  Pemko Binjai memiliki lahan eks HGU seluas 131 Ha  di kel Tunggurono Kec. Binjai Timur.

Hal itu disampaikan langsung Walikota Binjai HM Idaham SH saat berkunjung ke direksi  PTPN II, Jalan Medan-Tanjung Morawa. Pada kunjungan itu, Walikota dan rombongan diterima  Direktur  Utama Teten Djaka Triana  didampingi sekretaris perusahaan Haris Suharto.

Kabag Humas Pemko Binjai, Hendrik Tambunan, Rabu (12/10/2016) mengungkapkan, kunjungan Walikota membahas soal lahan eks HGU itu bertempat di rumah dinas  direktur utama di kantor besar  PTPN II, Senin (10/10/2016).

Dibeberkan Hendrik, Walikota HM Idaham pada saat itu menjelaskan maksud kunjungan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta dukungan dari Direksi  PTPN II terkait keinginan  Pemko Binjai meminta lahan eks HGU seluas 131 Ha  di kel Tunggurono Kec. Binjai Timur.

“Di lahan tersebut Pemko Binjai berencana akan membangun  teknopark, kawasan industri dan kawasan berikat. Kalau memang Pemko Binjai harus membayar ganti rugi lahan, Pemko siap membayarnya,” kata Hendrik mengulang apa yang disampaikan Walikota.

Menurut Walikota, lanjut Hendrik, lahan tersebut  berdekatan dengan pintu tol Binjai-Medan, sehingga dinilai sangat strategis untuk pembangunan kawasan industri.

Bahkan untuk mewujudkan rencana itu, sambung Hendrik, Walikota mengaku ppppsudah menjajaki kerjasama dengan kementerian perindustrian dan  investor dari Korea. Jika proyek ini terealisasi, dipastikan  akan  menampung banyak tenaga kerja dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Binjai dan sekitarnya.

Bukan itu saja, kata Hendrik, Walikota Binjai HM Idaham yang didampingi  Asisten pemerintahan  Amran, Kabag  Tata Pemerintahan Yushilda Usman, dan Kabag Hukum Otto Harianto, juga menjelaskan lahan HGU di kec Binjai Selatan kondisinya sudah rusak karena digunakan untuk galian C illegal.

Adanya  galian C  illegal ini    telah membawa dampak yang sangat merugikan seperti   rusaknya jaringan irigasi yang berimbas  pada terganggunya pertanian, dan adanya  kerusakan  jalan akibat dilalui truk  over tonase.

Pada kesempatan itu juga diputarkan video untuk memberikan gambaran jelas soal kerusakan lingkungan akibat aktivitas galian C. Dalam video yang diambil  dengan kamera  drone  terlihat  luasnya  areal yang telah digali dan dampak yang ditimbulkan.

Dirut PTPN II Teten Jaka Triana, mengatakan pihaknya siap membantu untuk penyelesaian  lahan eks HGU, khususnya yang ada di Binjai, secara  lugas dan konprehensif dengan melibatkan pemprovsu, BPN , kejaksaan dan kepolisian.

PTPN II, kata Teten,  juga berkeinginan agar permasalahan  lahan  yang sudah berlarut- larut selama belasan tahun ini dapat segera diselesaikan. “Karena ini juga menyangkut nama baik PTPN II,” katanya .

Terkait  keinginan Pemko Binjai untuk mendapatkan lahan seluas 131 Ha untuk dijadikan kawasan industri,  Teten menyatakan akan mendukung. (dan)

 

Loading...